oleh

Perkawinan Massal dengan Industri, Siswa SMK di Jateng Diijon

-Daerah-63 views

POSKOTA.CO-Pengembangan pendidikan vokasi menghadapi tantangan besar yaitu mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Melalui Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan  Sumber daya Manusia Indonesia, di Jawa Tengah telah disusun Peta Jalan Revitalisasi SMK 2018 – 2023 yang saat ini berada pada millestone ketiga yaitu percepatan revitalisasi dengan indikator penyiapan sumber daya manusia lulusan vokasi penopang kebutuhan industri.

“Pentingnya kerjasama SMK dengan Industri adalah keniscayaan yang harus segera diwujudkan,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto, Senin (14/09/2020).

Oleh karena itu Wikan mendukung langkah  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah membentuk Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan Vokasi yang keanggotaannya terdiri dari unsur pemerintah daerah, Kadin, kalangan dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, praktisi dan stakeholder pendidikan vokasi. Dimana tugas Tim Kerja adalah membantu Gubernur dalam pelaksanaan percepatan kualitas pendidikan vokasi termasuk menjalin kerjasama sinergis antara SMK dengan dunia usaha dan industri agar lulusannya terserap dengan baik. Saat ini di Jawa Tengah angka  keterserapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri sebesar 62% selebihnya 13% melanjutkan ke perguruan tinggi dan yang 25% terbagi wirausaha mandiri dan masa tunggu.

Salah satu langkah kerja Tim Pembinaan dan Pengembangan Vokasi Jawa Tengah adalah menjalin kerjasama antara Pemrov Jateng dengan Kawasan Industri Kendal (KIK). Seperti kita ketahui bahwa KIK merupakan proyek prioritas nasional kerjasama antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Singapura. Fase I dibangun di atas lahan 1.000 ha dan fase 2 diatas lahan 1.200 yang akan menampung 1.800 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Diperkirakan dalam kurun 5 tahun akan mampu menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja terampil.

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Presiden Direktur Kawasan Industri Kendal (KIK) dilaksanakan hari Selasa, 8 September 2020 bertempat di Kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan No. 9 Semarang. Lingkup Kesepahaman Bersama ini meliputi penyelarasan kurikulum SMK yang link and match dengan kebutuhan industri,  pemagangan guru dan praktik kerja lapangan peserta didik, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan SMK dan rekruitmen tenaga kerja lulusan SMK pada industri. Jangka waktu kerjasama selama 5 tahun.

Pada saat itu juga dilakukan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan 15 tenant (perusahaan) di wilayah KIK.  Lima belas industri tersebut yaitu Dae Yong Texstile, Eclat Texstile dan Lianfa Textile, Master Kids,  D&V Medika Gemilang, Maju Bersama Gemilang, Aurie Steel Metalindo, Borine Technology, Maxindo Karya Anugrah, Inmas Surya Makmur,  Sinar Harapan Plastik, United Power, APP Timber dan Kendal Eko Furido. Lima belas perusahaan ini menggandeng kerjasama dengan 80 SMK di wilayah Kendal, Batang, dan Kota Pekalongan.

Pada kesempatan tersebut Presdir KIK Kendal Stanley Ang menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Gubernur Jawa Tengah terhadap KIK. Beliau berjanji untuk terus mengembangkan KIK agar mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan di daerah, KIK juga terus memikirkan kesejahteraan pekerja dengan cara membangun infrastruktur serta merencanakan membangun kawasan perumahan bagi para pekerja agar mereka dapat merasa nyaman dengan pekerjaannya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *