oleh

Pembangunan Talud Dukuh Kaliampo Tidak Transparan

-Daerah-973 views

POSKOTA.CO – Pembangunan talud di bibir sungai Dukuh Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo mengundang berbagai pertanyaan warga, terutama warga RT 06/01 Kaliampo.

Anggaran proyek yang berasal dari pajak rakyat itu pengelolaannya tidak transparan, sebab sebelum diberitakan dan viral di berbagai media sosial, Sunarto sebagai pelaksana proyek talud itu tidak pernah memasang papan nama jenis pekerjaan proyek yang dikerjakan.

Baru setelah diberitakan di sejumlah media online, bos proyek yang bernama Sunarto itu buru-buru kebingungan memasang papan nama dari jenis proyek itu.

Proyek pembangunan talud di Dukuh Kaliampo yang menjadi jadi sorotan akhir-akhir ini.

Bahkan saking bingungnya, Sunarto yang warga Dukuh Sudo itu sempat menghubungi jurnalis online dengan maksud minta tolong agar tak mengganggu pekerjaanya.

“Mas tolonglah jangan ganggu saya, wong ini kan pekerjaan proyek kecil, sak imit bongkarlah yang besar-besar saja. Tolonglah nanti dikondisikan anggotamu mas,” pinta Sunarto mengiba kepada Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Pati.

Gilanya lagi warga Sudo jebolan fakultas teknik itu berusaha membujuk Ketua GNPK/Saber Pungli untuk bertemu dengan maksud dikondisikan, meski demikian jurnalis kawakan itu tak bergeming tak mau ditemui oleh Sunarto.

Ada apa Sunarto hendak bertemu? Ataukah sudah jadi kebiasaannya setiap ada persoalan dirinya selalu bermain dengan pengondisian untuk memuluskan ketidakjujurannya?

Sementara pada Minggu (14/6/2020) sekitar pukul 09.30 WIB, Ketua Tim Investigasi GNPK Supriyanto dan kawan-kawan melakukan investigasi cek lokasi proyek yang dikerjakan Sunarto. Kemudian tim menemukan berbagai ketidakbenaran bahan materialnya, pasir kurang baik bercampur tanah, besi sebagai pilar cor dari volume bangunan juga tanpa keterangan bahkan adanya papan nama informasi proyek baru saja dipasang, itu pun bukan dihadapkan ke jalan umum melainkan menghadap ke utara berhadapan dengan pohon bambu sehingga tak kelihatan oleh publik.

“Papan nama baru saja dipasang, hanya saja kok menghadapnya ke sungai, bukan menghadap ke jalan umum,” tanda Supriyanto.

“Pasirnya juga tak bagus ada campur tanahnya,” sambung mantan Kades Winong Kidul sambil membawa sempel adukan pasir dan semen.

Sementara hingga berita edisi ini diturunkan, warga Sudo itu yang gonta-ganti mobil tunggangan ini masih ingin bertemu dengan Ketua GNPK Pati, entah ingin pengondisian atau meminta tolong, hingga saat ini pihak Ketua GNPK yang juga jurnalis senior itu belum bisa ditemui.

Kemudian warga Kaliampo yang mengaku bernama Ali T bertanya-tanya, kenapa proyek dari awal itu tak dipasangi papan informasi.

“Saya juga penasaran, itu proyek desa apa proyek dari pemda. Kok diam-diam tanpa keterangan, padahal publik juga perlu tahu,” ujar Ali. (tim pwo-gnpk jateng)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *