oleh

Monyet di Bali Juga Terdampak PPKM, Masuk ke Desa dan Serbu Sesajen

POSKOTA.CO-Pandemi Covid-19 yang berakibat ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) ternyata dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat kecil. Monyet-monyet di Sangeh Monkey Forest, Ubud, Bali  juga terkena imbasnya akibat minimnya turis yang berkunjung dan ikut memberi mereka makan.

“Sekarang banyak monyet yang masuk ke desa-desa. Mereka bertengger di atas genting sambil menunggu kesempatan warga  memberi makan,” kata Gusti Alit warga Desa Saskara, Ubud, Bali, Senin (13/09/2021).

Menurut Gusti, jika tidak ada warga yang memberi makan tak jarang monyet-monyet yang kesal mencabut genting dan melemparkannya ke bawah. Tentu hal ini membuat warga menjadi ketakutan.

Selain itu mereka juga tidak segan-segan menyerbu sesajen yang diletakan warga di halaman rumah. Akibatnya warga desa yang memang sering meletakan sesajen merasa was-was.

Untuk mengurangi agar monyet-monyet tersebut tidak masuk ke desa warga pun berinisatif membawa buah-buahan seperti pisang dan sebagainya ke hutan.

“Warga berharap jika sudah memperoleh makanan di hutan monyet-monyet itu tidak lagi turun ke desa-desa,” ujarnya.

Sementara itu Manajer Operasional Obyek Wisata Sangeh Monkey Forest, Made Mohon mengakui saat ini jumlah pengunjung ke lokasi tersebut menurun drastis. Biasanya dalam sebulan lokasi tersebut  dikunjungi setidaknya 6.000 wisatawan, namun sejak diberlakukannya PPKM pengunjung menurun menjadi sekitar 500 wisatawan saja.

Tentu hal ini sangat berdampak terhadap monyet-monyet di lokasi tersebut yang jumlahnya sekitar 600 ekor. Monyet-monyet tersebut biasanya banyak memperoleh tambahan makanan berupa pisang, kacang dan sebagainya dari para turis.

“Sekarang mereka hanya memperoleh makanan dari pengelola saja yang mungkin mereka rasakan kurang,  baik dari segi jumlah maupun variasinya,” tambah Made.

Dalam sehari rata-rata pengelola mengeluarkan dana Rp 850 ribu untuk memberi makan monyet-monyet liar tersebut. Dengan situasi jumlah pengunjung yang sangat minim tersebut tentu terasa sangat berat bagi pengelola.

Akhirnya pengelola meminta agar penduduk sekitar mau turut menjadi donatur untuk membantu memberi makan monyet-monyet tersebut. Pendudukpun dengan sukarela ikut memberi makan, namun dengan kondisi ekonomi penduduk yang juga semakin berat akibat sepinya wisatawan, akhirnya donasipun ikut berkurang.

Sepinya pengunjung nampaknya juga membuat monyet-monyet menjadi stres. Sebab mereka sudah terbiasa berinteraksi dan bermain dengan manusia sehingga dengan sepinya pengunjung mereka jadi kehilangan teman bermain dan berkurangnya makanan tambahan yang diperoleh. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *