oleh

Dirut PT Igata Harapan Akan Terus Perjuangkan Hak atas Lahannya

POSKOTA.CO – Direktur Utama PT Igata Harapan Andi Tajudin SP, SH, MH kesal dengan upaya mediasi yang diumbar pihak Tek Kian berujung tidak jelas usai pemasangan plang kepemilikan atas lahan di kawasan Cahaya Garden, Kecamatan Bengkomg Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dijelaskan Andi Tajudin kepada POSKOTA CO, Selasa (16/11/2021), bulan Oktober 2021 lalu pihak Tek Kian meminta pihaknya untuk bertemu membicarakan atas lahan yang dikuasai PT Mitra Bintang Putra. Dalam pertemuan tersebut hadir kedua belah pihak. “Saya sarankan Tek Kian untuk tidak meneruskan membangun di lahan milik PT Igata Harapan. Jangan membangun dilahan sengketa,” pesan Andi Tajudin.

Menurut Andi Tajudin, lahan yang digunakan Tek Kian untuk membangun rumah toko (ruko) di kawasan Cahaya Garden Bengkong adalah milik PT Igata Harapan. Sebaiknya PT Mitra Bintang Putra sebagai pengembang untuk berhenti membangun sebelum ada persetujuan dari PT Igata Harapan sebagai pemilik lahan.

Dalam penjelasannya, Andi Tajudin merunut kepemilikan lahan yang dimaksud berawal dari diberikannya lahan seluas 100 hektare kepada PT Lagoi Internasional oleh Otorita Batam dengan pemberian izin prinsip No 080/IP AP/1991 tertanggal 12 Mei 1991.

Berjalannya waktu, PT Lagoi Internasional melepaskan atau mengalihkan hak pengelolaan lahan kepada PT Igata Harapan berdasarkan Akta Notaris No 62 63 64 tertanggal 26 Juli 1991 ditandatangani Maria Anastasia SH atas persetujuan Otorita Batam.

“Sehingga sejak pengalihan hak, PT Igata Harapan memiliki sepenuhnya lahan yang dialihkan oleh PT Lagoi Internasional, diperkuat lagi dengan Surat Keputusan (SK) dikeluarkan Otorita Batam bernomor 055T/ Kptsn/ IV/ 92 tertanggal 15 April 1992, dengan perincian 85 hektar untuk lapangan golf serta 13 hektar untuk pariwisata. Jadi lahan yang dibangun Tek Kian saat ini termasuk bagian dalam 85 hektar,” ungkap Andi Tajudin.

Plang spanduk didirikan PT Igata Harapan di lahan PT Bintang Putra pada bulan Oktober 2021.

Sambung Andi Tajudin, memang benar lahan PT Lagoi Internasional dicabut oleh Otorita Batam, tapi hingga saat ini lahan yang sudah dialihkan ke PT Igata Harapan atas persetujuan Otorita Batam tidak pernah dicabut.

Dari pantauan POSKOTA.CO, saat ini PT Mitra Bintang Putra masih terus melakukan aktivitas membangun di kawasan Cahaya Garden Bengkong Batam. Dicoba untuk melakukan konfirmasi ke pihak PT Mitra Bintang Putra terkait lahan yang diklaim Andi Tajudin miliknya, pihak keamanan (sekuriti) tidak memberikan ruang konfirmasi buat awak media masuk ke pihak manajemen perusahaan.

“Maaf pak, tidak boleh masuk. Bapak harus telepon bos dulu, karena bos pun lagi di Jakarta. Atau Bapak hubungi Weli saja. Tanpa izin mereka, bapak tak bisa masuk, mohon maaf,” kata Mais mengaku sekuriti di pos jaga PT Mitra Bintang Putra, Selasa (16/11/2021).

Dicoba menghubungi Weli, yang bersangkutan mengaku hendak berangkat bersama keluarga ke Jambi. Namun sebelum menutup sambungan telepon, Weli menyampaikan bahwa lahan yang dikuasai Tek Kian adalah jelas. “Lahan itu jelas milik Tek Kian, kalau tidak jelas bagaimana bisa keluar Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata Weli kepada POSKOTA.CO.

Sengketa lahan ini ternyata sudah bertahun-tahun berjalan, pihak PT Igata Harapan sudah berulang melakukan perlawanan, namun Tek Kian terus membangun. “Pihak Otorita Batam selaku pemberi izin tahu persis persoalan lahan ini, bahkan saat proses ini bergulir di pengadilan, ada kesepakatan dalam pertemuan yang dihadiri aparat keamanan, kedua belah pihak dan Otorita Batam saat itu. Kesepakatannya, siapa yang menang dalam proses pengadilan yang kalah wajib mundur,” tambah Andi Tajudin.

Andi Tajudin akan terus berjuang dalam sengketa lahan yang dimaksud, bahkan dalam waktu dekat direncanakan akan kembali memasang plang kepemilikan PT Igata Harapan di lahan PT Mitra Bintang Putra di kawasan Cahaya Garden Bengkong Batam. (ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *