oleh

Washliyah Adakan Munajat & Haflah Al Qur`an Semalam Suntuk

PENGURUS BESAR Al Jamiyatul Washliyah [PB Al Washliyah] menggelar malam munajat  serta haflah Al Quran di Masjid Nurul Madinah, Jalan Raya Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. Tampil sejumlah qori tingkat nasional dan internasional, bergiliran membaca ayat-ayat suci Al Qur`anul Karim.

Kegiatan seperti ini sudah lama ditunggu-tunggu, sejak kepulangan almarhum ustad H. Aziddin, SE, mantan Ketum PB Al Washliyah ke pangkuan Ilahi.Tidak terdengar lagi ada suara Qori-qoriah melakukan haflah Qur’an dan para ustad ustad Al Washliyah berkumpul, berceramah bersama-sama pada satu majelis, begadang semalam suntuk untuk meraih Lailatil Qadr.

Pada saat-saat acara seperti itu selalu dikumandangkan alunan suara bacaan Al Quran dengan syahdu oleh qori-qori nasional dan internasional serta ceramah agama oleh para ustad kawakan disertai zikir dan doa, bersama masyarakat sekitar untuk bermunajat mencari Lailatul qadr di sepuluh malam akhir bulan Ramadhan.

Kegiatan itu mengumpulkan qori qoriah terbaik dengan bacaannya berkualitas yang baik. Demikian juga para da`i tampil bergiliran. Da’i yang memiliki bakat dan keterampilan berceramah dengan baik dan santun.

Pada malam 21 Ramadhan 1443 H. PB Al Washliyah memulai kembali mengadakan acara munajat mencari lailatul Qadr, mengadakan haflah Al Quran semalam suntuk mulai pukul 22.00 Wib. Acara diawali dari buka puasa bersama, dilanjutkan Salat Maghrib, Salat Isya dan Salat Tarawih berjamaah, ada haflah Qur’an, ceramah, zikir dan doa, diakhiri dengan kegiatan sahur bersama.

Pada malam itu, bertepatan tanggal 22 April 2023, di Masjid Nurul Madinah, Jalan Raya Cilandak, Ustad Muhajir, qori dan juri internasionsl dengan usia hampir 70 tahun, karena keahliannya melantunkan Al Quran dengan baik, pada malam itu tampil sebagai icon acara. Beliau dapat memukau jamaah yang hadir. Disusul oleh qoriah Mawaddah yang juga isteri Ustad Muhajir. Meski usia mereka sudah senior, namun tetap tampil dengan bacaan yang mempesona.

Malam itu tampil juga H. Abdul Mun’im, SH.MH. Qori yang berprofesi sebagai diplomat senior (purnawirawan), membaca Al Quran dengan lagu lama/lagu klasik seperti yang pernah dipelajari dengan guru yang terkenal pada masa itu, sekitar 45 tahun yang lalu bernama Ustad H.Khuailid Ahmad Daulay di Medan.

Selain qori-qoriah, tampil juga para asatiz seperti ustad DR. Mirza yang khusus datang dari Bandung, Jawa Barat, tampil memberi tausyiah. Ustad Mirza menjelaskan tentang kehebatan Al Qur’an. Tausyiah juga disampaikan oleh ustad H. Abdul Mun’im. Memberikan motivasi khususnya kepada para santri yang dihadirkan saat itu mengajarkan mereka motivasi dengan contoh berjudul “Manjadda wajad”. Peserta yang bisa mengulangi cerita itu diberi hadiah berupa uang sebesar Rp100 ribu.

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. H. Masyhuril Khamis, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini sampai sukses. Beliau berencana setiap bulan Ramadhan secara rutin akan mengadakan acara yang sama. Kegiatan semalam suntuk ini diakhiri dengan sahur bersama.

H. Abdul Mun’im, SH.MH.

* Pengurus Majelis Dakwah PB.Al Washliyah.
* Diplomat Senior, minister (Purn).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.