POSKOTA.CO – Pemerintahan Anies Baswedan tinggal menghitung hari, namun penataan kawasan yang bersifat pro dam kontra terus berlanjut. Contohnya, revitalisasi kawasan Kota Tua dengan memperlebar luas trotoar sudah selesai dikebut dan langsung diresmikan orang nomor satu di Jakarta.
“Saya akui di balik program revitalisasi ini ada tujuan untuk menempatkan trotoar sebagai kawasan pejalan kaki yang dibangun lebih nyaman dan lebar, supaya perasaan kesetaraan itu muncul di antara sesama warga,” ujar Anies di Jakarta, Sabtu (27/8). Hal itu disampaikan sehari setelah dirinya meresmikan kawasan Kota Tua di wilayah Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.
Saat sambutan dalam acara Festival Batavia Kota Tua yang digelar di kawasan wisata Anies menjelaskan bahwa ketika dibiarkan menggunakan kendaraan pribadi, maka ada ketidaksetaraan. Pelebaran trotoar ini dengan sendirinya mempersempit badan jalan raya sehingga lalulintas kendaraan menjadi terbatas.
Anies menjelaskan apa yang dimaksud dengan kesetaraan adalah warga pejalan kaki maupun pengguna mobil mewah diperlakukan sejajar. “Kalau sebelumnya ada tempat parkir yang luas, orang berduit mudah memarkir mobil pakai jasa vale. Sedangkan pejalan kaki susah bergerak,” kata Anies yang segera berakhir masa tugas sebagai gubernur pada Oktober 2022.
Namun saat menggunakan trotoar lebar seperti yang ada di Kota Tua Jakarta, maka di tempat ini berkumpul ribuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. “Para pejalan kaki dapat merasakan kesetaraan antar satu dengan yang lainnya. Apapun itu, semua berdiri di tempat yang sama, semua berjalan di jalan yang sama, semua dalam posisi yang dekat satu sama lain,” alasan Anies. Ia mengatakan bahwa penataan Kota Tua nantinya 100 persen untuk pejalan kaki.
Salah satu tokoh warga setempat, Nur Ali menilai pelebaran trotoar menyulitkan para pengendara, terutama yang sehari-hari harus mengakses kawasan sini. “Kalau bagi turis yang cuma datang sekali-kali nggak terlalu pusing untuk jalan kaki. Selain itu, dengan lebarnya trotoar tersebut mendorong para PKL untuk menggelar lapak. Ini menjadi PR berat khususnya petugas Satpol PP,” kritiknya. (eli/sir)








Komentar