JAKARTA – Dalam rangka sukses even BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2025, Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jl MH Thamrin – Sudirman pada Minggu pagi tanggal 29 Juni. Masyarakat diimbau mematuhi kebijakan tersebut demi pengamanan rute Jakim dari Monas hingga stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.
Pelaksanaan BTN Jakim 2025 merupakan kolaborasi BTN dengan Pemprov Jakarta untuk penyelenggaraan lomba lari dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. Even tersebut ditargetkan diikuti sekitar 30 ribu peserta, baik dari masyarakat umum maupun pelari profesional Indonesia hingga mancanegara. Lomba Marathon yang terdiri dari tiga kategori yakni 10 KM, 21 KM, dan 42 KM dikonfirmasi bakal diikuti peserta dari 52 negara.
“Mengingat pentingnya even tersebut, kami atas nama Pemprov Jakarta memohon maaf kepada seluruh masyarakat meniadakan kegiatan CFD pada Minggu depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Rabu (25/6). Masyarakat yang hobi berolahraga di kawasan CFD bisa menggunakan fasilitas lainnya seperti Lapangan Banteng maupun taman kota 24 jam.
Berdasarkan hasil rapat antara pihak BTN, Pemprov Jakarta dan Polda Metro Jaya, rencananya dilakukan penutupan 32 ruas jalan, mulai dari kawasan Monas di Jl Medan Merdeka Barat, menuju Thamrin-Sudirman hingga Jl Asia Afrika dalam area GBK Senayan, Jakarta Pusat. “Penutupan 32 ruas jalan dilakukan mulai Minggu dinihari pukul 03.00 sampai 11.30. Namun rencana ini juga akan disesuaikan dengan kondisi eksisting,” jelas Syafrin.
Syafrin menambahkan bahwa pembatalan CFD ini merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 5 ayat (1), yang menyatakan bahwa pelaksanaan HBKB dapat dibatalkan apabila pada waktu bersamaan juga diselenggarakan kegiatan atau even khusus berskala nasional atau internasional yang memerlukan pengaturan lalu lintas serta pengamanan secara khusus.
Syafrin mengimbau masyarakat untuk memahami keputusan ini dan turut mendukung kesuksesan kegiatan berskala internasional yang membawa nama baik Jakarta di kancah global. “Masyarakat juga diminta untuk menyesuaikan rencana mobilitasnya pada hari tersebut,” tandasnya.
Sejumlah masyarakat yang hobi berolahraga di CFD merasa kecewa dengan peniadaan tersebut. “Kami sedih setiap menghadapi kebijakan pembatalan CFD dan selalu berupaya tetap datang ke jalan protokol tersebut untuk berolahraga sambil bersantai. Contohnya pada pembatalan CFD saat ada kunjungan tamu kenegaraan Presiden Prancis Emmanuele Macron bulan lalu, ribuan warga tetap datang ke CFD dan semua berjalan lancar,” ujar Sherly, anggota komunitas jantung sehat dari Kemayoran, Jakarta Pusat. (jo)







Komentar