oleh

Stafsus Gubernur Chico Hakim: Pemeliharaan Sistem Bank DKI Bagian dari Upaya Jaga Keamanan Nasabah

JAKARTA – Pemeliharaan sistem yang dilakukan Bank DKI saat ini turut mendapatkan atensi dari Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) melalui Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim. Ia menyatakan bahwa langkah pemeliharaan sistem yang dilakukan Bank DKI merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan nasabah.

“Memang sekarang ini yang tidak bisa layanan transfer antar bank dari Bank DKI. ATM nggak ada masalah, semua jalan kecuali transfer antar bank dan QRIS. Justru ini bentuk kehati-hatian untuk menjaga keamanan dana nasabah. Dijamin dana nasabah aman,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/4).

Chico menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Bank DKI. “Saya juga menyampaikan bahwa Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKJ Rano Karno telah memberi perhatian khusus pada persoalan ini,” ungkap Chico. Dirinya berharap, masalah operasional JakOne Mobile bisa segera rampung.

“Intinya Gubernur dan Wakil Gubernur DKJ terus memantau dan menjalin komunikasi dengan pihak Bank DKI, dan ketersendatan layanan transaksi dari ATM Bank DKI ke bank lain, diharapkan segera bisa normal kembali dalam waktu dekat,” ucap Chico.

Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan serangan siber, Chico menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi yang mengarah ke dugaan tersebut. Ia tidak mau menduga-duga perihal indikasi serangan siber terhadap Bank DKI. “Kami dari pihak Gubernur dan Wakil Gubernur terus berkomunikasi dengan pihak Bank DKI. Kami belum menerima informasi perihal dugaan serangan siber,” tegasnya.

Sebelumnya, Bank DKI melakukan pemeliharaan sistem e-channel sebagai bagian dari upaya preventif dalam memperkuat sistem keamanan transaksi dan meningkatkan keandalan infrastruktur layanan digital, termasuk jaringan ATM dan kanal elektronik lainnya.

Manajemen Bank DKI memahami adanya ketidaknyamanan yang terjadi. Oleh karena itu Bank DKI membuka ruang seluas-luasnya bagi nasabah yang sebelumnya mengalami kendala transaksi untuk dapat menghubungi Call Center Bank DKI di 1500-351, mengunjungi kantor cabang Bank DKI terdekat, atau menyampaikan pengaduan melalui kolom pesan langsung (Direct Message/DM) pada kanal media sosial resmi Bank DKI.

Bank DKI turut mengimbau seluruh nasabah Bank DKI untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan digital dan mengutamakan penggunaan kanal resmi dalam memperoleh informasi. Untuk kebutuhan informasi dan bantuan layanan, nasabah dapat menghubungi Call Center Bank DKI di 1500351 atau mengunjungi kantor cabang Bank DKI terdekat. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *