oleh

Semarakkan HUT ke-498 Kota Jakarta, Gubernur Pramono Putihkan Pajak yang Bayar pada 23 Juni

JAKARTA – Bertepatan pada HUT ke-498 Kota Jakarta, Gubernur Pramono Anung bakal memberikan pemutihan sejumlah jenis pajak yang menjadi kewajiban masyarakat. Program penghapusan denda tersebut hanya berlaku bagi penunggak pada yang melunasi pada hari Senin tanggal 23 Juni 2025.

Sebenarnya HUT Kota Jakarta jatuh pada tanggal 22 Juni, namun mengingat pada tanggal tersebut merupakan hari Minggu atau hari libur, maka program pemutihan denda diundur menjadi hari Senin. “Jadi, pemutihan pajak bukan diberikan kepada yang tidak bayar pajak. Pemutihan pajak diberikan hanya Wajib Pajak yang pada hari itu mau bayar pajak, paham ya,” ujar Pramono kepada wartawan di Balaikota, Kamis (12/6).

Hingga hari ini Pramono belum merinci jenis pajak apa saja yang akan diputihkan, namun ia memastikan Pemprov Daerah Khusus Jakarta (DKJ) akan memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang taat membayar pajak pada hari tersebut.

Sebagai informasi, pemutihan pajak biasanya diberikan dalam bentuk penghapusan denda pajak kendaraan bermotor, sehingga wajib pajak cukup membayar pokok tunggakan saja. Di beberapa daerah, program ini bahkan membebaskan seluruh tunggakan dan denda, dengan syarat wajib pajak hanya membayar pajak tahun berjalan. Gubernur belum mengonfirmasi apakah kebijakan pemutihan kali ini akan serupa dengan pola tersebut atau memiliki skema khusus.
Selain program pemutihan, Pemprov DKJ juga berencana menggratiskan layanan transportasi umum selama perayaan HUT Jakarta. “Kalau penggratisan layanan transportasi umum meliputi Transjakarta, MRT, LRT Jakarta berlaku pada hari Minggu tanggal 22 Juni mulai dari pukul 00.00 hingga 24.00,” papar Pramono.

Pada kesempatan ini juga memaparkan sejumlah rangkaian acara puncak HUT Jakarta pada hari Minggu tersebut. “Ada banyak kegiatan yang diadakan di sejumlah kawasan Ibukota. “Berbagai rangkaian acara telah disiapkan untuk menyemarakkan hari jadi ibu kota, berbagai acara tersebut sedang dirancang secara detail. Tapi yang jelas pada hari H nanti, mulai pagi kita upacara dulu, kemudian ada acara kebudayaan, acara dengan dubes-dubes, dan malamnya acara riang gembira,” paparnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *