JAKARTA – Pemprov Jakarta mulai menggalakkan pengerukan kali di 13 sungai yang melintasi kawasan Ibukota. Dari tadi pagi hingga siang, Wakil Gubernur Rano Karno meninjau sejumlah sungai untuk memberi arahan kepada jajaran soal pengerukan lumpur yang ditargetkan mencapai satu juta meter kubik.
“Saya sudah melihat sejumlah sungai dan waduk yang mulai dikeruk secara massal dalam rangka antisipasi banjir,” kata Wagub Rano saat meninjau di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/2). Menurutnya pengerukan yang disiapkan Pemprov DKJ kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah, karena ini benar-benar massal.
“Kita bakal mengeruk lumpur sebanyak 13 sungai serta sejumlah waduk. Pengerukan di seluruh sungai yang dimulai secara serempak pada hari ini akan berlangsung hingga enam bulan,” tandas Rano didampingi Sekda Marullah Matali dan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, serta Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKJ Ika Agustin Ningrum.
Menurutnya pengerukan dilakukan secara profesional dan dihitung secara akurat meliputi lebar sungai maupun kedalaman air. “Jadi, pengerukan ini tidak mungkin cuma mengobok-obok lumpur dan seolah dasar sungai sudah bersih. Kita punya target dalam pengerukan ini bakal mengangkat sebanyak satu juta meter kubik. Jadi, fisik lumpur yang terangkat bakal ketahuan seberapa banyak. Selanjutnya nanti kedalaman sungai diukur dan dibandingkan antara sebelum dan sesudah dikeruk,” papar Rano Karno.
Sebagai pimpinan Pemprov Jakarta, Gubernur Pramono maupun Wagub Rano tak akan percaya begitu saja terhadap kerjaan keruk lumpur yang dilakukan jajaran Dinas SDA, meski didukung foto maupun video. “Namun kita tetap akan cek kondisi terkini sungai yang telah dikeruk, hasilnya akan kelihatan seperti apa,” jelas Rano.
Untuk mendukung pengerukan 13 sungai, Pemprov Jakarta mengerahkan lebih dari seribu petugas gabungan di bawah kendali Dinas SDA. Selain sebagian besar peralatan juga dikerahkan meliputi 122 alat berat beko, ratusan truk pengangkut lumpur, dan lainnya. “Semoga upaya kita mengeruk lumpur selama enam bulan ke depan, termasuk di bulan puasa tetap berjalan lancar. Demi mengurangi banjir di Jakarta,” pungkas Rano. (jo)








Komentar