oleh

Pra Pendaftaraan PPDB Ditutup, Orangtua Murid Kecewa

POSKOTA.CO– waktu yang sangat singkat, minimnya informasi pra pendaftaraan membuat orangtua murid kecewa karena siswanya tak bisa melakukan pendaftaran. Pasalnya Pra Pendaftaraan buat warga Jakarta yang anak didiknya sekolah di luar Jakarta dengan status Kependudukannya tercatat di KK DKI per 1 April 2020 gagal mendaftar karena singkatnya waktu yang djjadwalkan

Obi 48, warga Semper Barat kecewa karena saat melakukan pra pendaftaran sudah ditutup. Waktu yang singkat, minimnya informasi serta tak ada pemberitahuan, iapun harus pasrah dan berharap kepada Pemrov DKI Jakarta dapat memberikan waktu penambahan untuk mendaftarkannya.

“Saat saya mendatangi posko, petugas menyatakan jam 12 sudah ditutup, sementara kami baru selesai juma’tan. Padahal masih jam kerja, mudah mudahan pak anies bisa memberikan kesempatan perpanjangan waktu ” tuturnya.

Ia juga menambahkan, ketidaktahuan dan minimnya informasi dikarenakan situasi masa pandemi covid 19, hanya ada 1 posko PPDB hanya di SMP Negeri 30 Jakarta.

Serupa disampaikan Majid Warga Warakas, Tg Priok yang mendatangi posko PPDB di SMPN 30 Jakarta untuk mempertanyakan jalur prestasi. Ia menilai pendaftaran di tengah pandemi covid 19 sangat sulit dan ribet, sosialiasi hanya di sekolah asal dan jika kurang tahu maka harus bertanya ke posko.

“Posko PPDB [penerimaan peserta didik baru] hanya satu, kenapa sih engga dibuka sekolah negeri terdekat saja. Kalau bisa pak Gubernur di buka posko di sekolah negeri lainnya” sahutnya.

Menanggapi keluhan dan kekecewaan warga, pihak suku dinas pendidikan Jakarta Utara saat dihubungi tidak ada yang menjawab, namun sejumlah petugas di ruang pra pendaftaran menjelaskan, pendaftaraan telah ditutup.

“Sudah ditutup mas! Hari ini jam 12, coba saja tahun depan, dan kalau tidak bisa tahun ini cari sekolah swasta” kata seorang petugas posko PPDB di SMPN 30 Jakarta.

Sigit Wijatmoko Assisten Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta saat dihubungi akan segera meninjaklanjuti untuk menyampaikannya ke Walikota Jakarta Utara dan asisten kesejahteraan rakyat Jakarta Utara.

“Keluhan ini akan saya teruskan ke pak Walikota dan Asisten Kesejahteraan Rakyat” ujarnya melalui pesan singkat di Watshaap. (rub/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *