oleh

Pemkot Jakut Terapkan Pembatasan 25 Pegawai yang Bertugas

POSKOTA. CO – Pemerintah Kota Jakarta Utara memastikan pembatasan jumlah pegawai yang bertugas di tingkat Walikota, Kecamatan, dan Kelurahan diterapkan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi DKI Jakarta hanya 25 persen. Sedangkan 75 persen pegawai lainnya bertugas dari rumah atau Work From Home (WFH).

Pembatasan pegawai ini dilakukan dalam upaya memutus dan sekaligua mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Wakil Wali Kota, Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengakui di jajaran Pemkot Jakarta Utara mulai tingkat Kelurahan hingga Walikota hanya 25 persen Aparatur Negeri Sipil (ASN) maupun pegawai Pelayanan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang bertugas di kantor pemerintahan atau work from Office (WFO). Sedangkan sisanya 75 persen bertugas dari rumah atau Work From Home (WFH).

“Pembatasan ini dilakukan terkait aturan PSBB dari tanggal 11-25 Januari 2020. Makanya Pemkot menerapkan sistem pembatasan pegawai di kantor pemerintahan di Jakarta Utara. Jadi sebagian pegawai ada yang WFO dan sebagian lagi WFH,” kata Ali Maulana Hakim, Selasa (10/1) Petang.

Meski begitu, dijelaskannya pengaturan pegawai ini diatur oleh masing-masing kepala bagian atau Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD). Pengaturan disesuaikan dengan beban tugas dan jumlah pegawai yang dimiliki.

“Jadi kalau memang tugasnya di lapangan pengaturan tidak serta-merta 25 persen. Apalagi tugas pelayanan yang sifatnya harus melekat di masyarakat seperti petugas kesehatan, Damkar (Pemadam Kebakaran) atau petugas lain yang tidak dapat dikerjakan dari rumah” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kepegawaian Pemkot Jakarta Utara Mardi Dwi menambahkan, penerapan aturan pembatasan jumlah pegawai ini merujuk pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan, Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah Pembatasan Sosial Berskala Besar.

“Pengawasan kerja para pegawai ini dilakukan secara berjenjang mulai dari atasan langsung baik harian, mingguan atau pun bulanan. Begitu pun hasil pekerjaan yang dikirim melalui media elektronik selama bekerja dari rumah,”terang Mardi Dwi. (wandhy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *