oleh

Nilai Agung Firman Sampurna Mirip Sosok Sudirman, Kalteng Tak Ragu Beri Dukungan di Munas PP PBSI

POSKOTA.CO – Muda, enerjik, pintar dan berwawasan luas serta cinta bulutangkis, itu menjadikan sederet alasan Ketua Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Tengah, H Sugiyanto, menjatuhkan dukungan kepada Agung Firman Sampurna jadi Ketua Umum PP PBSI periode 2020-2024 menggantikan ketua lama Jend. TNI. (Purn) Wiranto yang habis masa baktinya.

“Tidak ada alasan Kalimantan Tengah tak mendukung Pak Agung Firman Sampurna maju untuk menggantikan Pak Wiranto menjadi Ketua Umum PP PBSI dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang akan dilangsuungkan di JHL Hotel Serpong, Tangerang, pada 5-6 November mendatang. Sosok beliau yang muda, pintar serta punya wawasan luas dengan terbukti dipercaya menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, menjadi garansi bulutangkis akan maju di tangan beliau,” kata H. Sugiyanto SE.M.AP, dihubungi via WhatUpps, kemarin.

Ditambahkan H. Sugiyanto, dirinya justru bingung jika ada pihak yang meragukan kepiawaian dan keandalan figur Agung Firman Sampurna untuk memimpin bulutangkis Indonesia. “Beliau di usia muda sudah dipercaya memimpin lembaga penting negara, eh kok ada pihak meragukan kepiawaian beliau. Kalau saya justru sangat yakin sekali di bawah kepemimpinan beliau bulutangkis Indonesia akan semakin berprestasi, terlebih tahun depan akan banyak kejuaraan besar yang membutuhkan pemimpin yang pintar,” terang H. Sugiyanto selaku Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Tengah membuka wawasan bulutangkisnya dan nantinya siap menyuarakan keyakinan dukungannya tersebut di Munas PP PBSI.

Menurut H. Sugiyanto, dirinya juga kaget jika ada pihak yang meragukan kecintaan sosok Agung Firman Sampurna terhadap olahraga ‘tepok bulu’. “Lho dasar mereka yang meragukan kecintaan Pak Agung Firman Sampurna tidak cinta bulutangkis itu apa? Lha, wong beliau itu sesibuk apa pun masih menyempatkan diri mencari keringat dengan bermain bulutangkis. Kok sampai hati dan tega-teganya ada yang bilang meragukan kecintaan beliau,” ucap H. Sugiyanto. “Dalam sepekan minimal dua kali Pak Agung Firman Sapurna itu bermandi keringat dengan bermain bulutangkis. Itu sudah cukup bagi kami jika menandakan beliau itu cinta bulutangkis,” imbuh H Sugiyanto.

H Sugiyanto melihat pada diri Agung Firman Sampurna itu mirik dengan ‘bapak bulutangkis’ Indonesia, Sudirman yang memimpin bulutangkis Indonesia dua periode, yakni  periode I 1952-1963 dan periode II 1967-1981. Atas jasa besar memajukan bulutangkis Indonesia dengan dua kali memimpin PP PBSI, nama Sudirman akhirnya dijadikan lambang supremasi kejuaraan beregu campuran dunia yang kini dikenal dengan kejuaraan Piala Sudirman yang hingga kini diperebutkan.

“Ada kemiripan tipikal Pak Agung Firman Sampurna dengan tokoh besar bulutangkis Indonesia Bapak Sudirman. Keduanya merupakan sosok pendiam, tidak banyak berbicara tapi lebih memilih untuk bekerja. Bekerja dalam membenahi bulutangkis ke arah yang lebih bagus dan maju untuk kejayaan bulutangkis Indonesia,” tutupnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *