POSKOTA.CO – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengingat kembali pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua merupakan ajang pemersatu bangsa dan juga untuk mencari bibit-bibit talenta baru dari daerah guna dibina di level nasional. Hingga apapun hasil dari pertandingan/perlombaan harus dihargai.
Menurutnya, bila ada ketidakpuasan, semua harus diproses sesuai aturan. Karena PON bukan event pinggir jalan (tarkam). Kata Menpora menanggapi adanya insiden keributan di cabang olahraga tinju.
“Sebagai ajang pemersatu dan untuk mencari atlet-atlet berbakat, suportivitas harus dijunjung tinggi. Bukan hanya di sini (PON Papua), tapi setiap PON pasti ada ketidakpuasan. Sebab cabor bela diri itu potensi body contact sangat besar. Namun, walau tidak puas dengan keputusan wasit, kita harus ingat bahwa ini bukan berkelahi di pinggir jalan,” tegas Zainudin, Minggu (10/10/2021), di Papua.
Di PON ini ada ring tinju dan itu olahraga, hingga cabor tinju ini dinilainya bukan semata hanya adu fisik, tetapi juga mengolah raga serta strategi. Menpora berharap kejadian ini tidak terulang kembali.
Sementara itu, kedua belah pihak yang bertikai, petinju DKI Jakarta dan petinju NTT dikabarkan sudah melakukan mediasi dan saling memaafkan. (dk/sir)







Komentar