oleh

‘Membangkang’ dari Instruksi Kades, Ketua RT Jadi Tumbal Politik Pilkada Pemalang

POSKOTA.CO – Ketua RT 03/RW 05 Desa Pamutih menjadi ‘tumbal politik’ jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pemalang Tahun 2020. Ketua RT yang diketahui bernama Mustofa itu dicopot dari posisinya karena berbeda pilihan dengan Kepala Desa (Kades) Pamutih, Kecamatan Ulujami.

Mustofa dicopot sebagai ketua RT 03 karena dinilai ‘membangkang’ dari perintah Kepala Desa Pamutih Purwati. Kades memerintahkan seluruh ketua RT dan RT se-Desa Pamutih menyukseskan pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 01, Agus Sukoco dan Eko Priyono.

Sebaliknya, Ketua RT 03 Mustofa karena merasa pilkada sebagai bagian demokrasi, di mana warga berhak menentukan pilihannya masing-masing, mendukung pasangan calon nomor urut 3, Iskandar Ali Syahbana dan Agus Ahmad Wardana.

“Saya mendukung pasangan 03, sementara Bu Kades sejak awal minta seluruh RT dan RW mendukung dan menyukseskan agar paslon 01 menang di Pamutih,” tegas Mustofa saat di konfirmasi Minggu (1/11/2020).

Ia mengungkapkan, kronologi kejadian hingga berujung pada pemecatan dirinya sebagai ketua RT 03. Belum lama ini, dirinya bersama beberapa RT lain di bawah komando Kepala Dusun III Alimin dibawa ke salah satu rumah makan di Comal. Hadir juga Kades Pamutih Purwati.

Dalam kesempatan itu, kata Mustofa, Kades Purwati secara tegas menginstruksikan agar para ketua RT di Pamutih menyukseskan pemenangan paslon nomor 01. Para ketua RT juga diiming-imingi nantinya akan diberi tambahan jika mau dan menyukseskan pemenangan 01.

Sebagai awalan, mereka yang datang diberikan uang saku dan uang bulanan sebagai ketua RT sebelum pulang.

Balai Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.

Selepas pertemuan tersebut, Mustofa yang sudah mempunyai dan mendeklarasikan pilihannya sendiri yakni paslon 03, beberapa kali diingatkan oleh Kepala Dusun III Alimin. Mustofa yang diketahui sebagai koordinator desa (kordes) 03 di Desa Pamutih, tetap mendukung calonnya.

“Kadus III mengingatkan saya, saya bilang memilih pemimpin, memilih calon bupati itu kan hak asasi, orang juga tahu saya dukung 03. Kemudian Kadus Alimin bilang kalau tetap 03 saya akan dipecat,” tutur Mustofa.

Pada akhirnya, singkat Mustofa, pada Senin (27/10/2020) di rumah Bapak Casiyan yang disebutkan Mustofa sebagai pendukung paslon 01, digelar rapat dengan agenda Pembentukan Pengurus RT 03/RW 05. Dari rapat tersebut, secara resmi Mustofa dicopot sebagai ketua RT 03 dan digantikan Saudara Roni.

“Karena saya tetap 03, pemerintah desa kemudian mengganti saya melalui pertemuan di rumah Casiyan, itu timses 01,” sebut Mustofa sambil menunjukkan surat undangan dimaksud.

Mustofa menambahkan, dirinya menjadi ketua RT 03 sejak lima tahun terakhir. Keterpilihannya sebagai ketua RT juga sebenarnya bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan keinginan warga.

Setelah dirinya dicopot, ada beberapa warga yang mempertanyakan alasan pemdes yang dinilai mengada-ada. Seperti penyemprotan disinfektan yang dinilai tidak tepat sasaran. Padahal, lanjut Mustofa, warga banyak yang tahu dirinya dicopot karena berbeda pilihan.

“Lah iya, katanya demokrasi, tapi kok seperti ini, ditekan-rekan tidak boleh memilih calon lain selain calon nomor 01. Kok jahat banget, desa lain tidak ada seperti itu. Saya itu tidak marah karena dicopot sebagai ketua RT, tapi apa begitu kita berdemokrasi,” pungkasnya. (ale)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *