oleh

Lirik Pasar Baru Yang Mati Suri, Pemkot Jakpus Gandeng Yayasan Jakarta Weltevreden ‘Ikon Bersejarah’

POSKOTA.CO – Bertahun-tahun Pasar Baru mati suri, gayung bersambut Pemerintah melirik dengan meramaikan Pasar Baru seperti tahun 1980. Hal tersebut muncul saat Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) membentuk tim kecil inovasi untuk merevitalisasi branding atau ikon Pasar Baru pada tahun 2023 ini.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir kepada Wartawan menerangkan, pembentukan tim kecil menindaklanjuti surat dari Yayasan Jakarta Weltevreden dalam penyegaran kegiatan supaya di Pasar Baru semakin menggeliat.

“Kami akan sambut baik tim kecil yang dibentuk melibatkan yayasan, jajaran Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA), camat, lurah, perhubungan dan Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kebudayaan,” ungkap Chaidir.

Tim kecil ini, tambah Chaidir nantinya bertugas menyusun agenda atau jadwal pembahasan hingga bulan Desember mendatang. Tim juga bertugas mengidentifikasi seluruh aset maupun kegiatan di Pasar Baru sehingga dari identifikasi itu muncul skala priotitas pekerjaan yang berkelanjutan.

“Kami akan mendorong dengan merevitalisasi branding Pasar Baru supaya ada interaksi ditengah persaingan global,” ujarnya. Lanjut dia menambahkan, Pemkot Jakpus akan membuat festival bazar dan lainnya sebab banyak bangunan bersejarah yang mendukung seperti Gereja Ayam, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. “Bangunan-bangunan bersejarah ini yang menjadi pendukung sebagai potensi penunjang dalam memajukan Pasar Baru,” harapnya. Ketua Yayasan Jakarta Weltevreden, Toto Irianto mengapresiasi upaya langkah- yang dilanjutkan Pemkot Jakpus.

Menurut dia karena ada sekitar 400 pedagang yang mengharapkan inovasi dari Pemkot Jakpus dalam meningkatkan pengunjung di Pasar Baru. “Saya harapkan sinergitas ini membuat perekonomian di Pasar Baru semakin menggeliat dan semakin banyak pengunjung yang mendatangi Pasar Baru,” paparnya.

Senada dengan, Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Sawah Besar Dede Sulaeman bahwa penataan kawasan pertokoan pasar baru yang menjadi icon pusat perbelanjaan zaman dahulu jangan ditunggu-tunggu lagi.

Menurutnya, Pasar Baru merupakan ikon bersejarah. Oleh karena itu sangat diperlukan langkah-langkah penanganan khusus sudin terkait maupun Asosiasi pedagang Pertokoan Pasar Baru untuk Menggelar kegiatan seni dan budaya yang menarik dengan mensosialisasikan kembali untuk kawasan Pasar Baru sebagai destinasi wisata secara masif. “Revitalisasi Pasar Baru harus segera dilakukan jangan di tunda lagi karena merupakan pelestarian bersejarah,” tandasnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *