oleh

KPU: Dua Paslon Pilkada Kota Depok Tanpa Bantuan Dana Parpol Pengusung

POSKOTA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok secara resmi melalui surat pengumuman No 628 /PL.O2.s-Pu I 3276 IKPU-Kot/x/2O2O, tanggal 31 Oktober 2020 telah merilis Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) kedua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami telah menerim dan melaporkan LPSDK kedua paslon, yaitu paslon nomor urut 1 Pradi Supriatna dan Hj Afifah Alia, serta paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono yang akan bertarung dalam Pilkada Depok 9 Desember 2020 mendatang,” kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna, Selasa (3/11/2020).

Data LPSDK kedua paslon di Kota Depok merupakan pembukuan yang memuat seluruh penerimaan yang diterima partai politik dan pasangan calon yang dialokasikan untuk dana kampanye. Dan laporan ini mesti diserahkan oleh para kandidat yang mentas di Pilkada 2020 ke KPU setempat, maksimal 31 Oktober 2020 lalu.

“Dari data yang diperoleh melalui LPSDK ternyata sama sekali tidak ada satu pun kedua paslon yang bertarung di pilkada serentak mendatang bantuan dana dari partai pengusung,” ujarnya seraya menjelaskan, setelah melihat sejumlah item sumber bantuan dana kepada dua paslon wali kota dan wakil wali kota Depok yang sah secara hukum antara lain dana dari pasangan calon, partai politik atau gabungan partai politik, sumbangan pihak lain perseorangan, sumbangan pihak lain kelompok dan sumbangan pihak lain badan hukum swasta.

Dalam laporan tersebut, terdapat pula lampiran berupa pindaian LPSDK kandidat nomor urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia, maupun kandidat nomor urut 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang sudah ditandatangani oleh masing-masing kandidat dan dibubuhi cap tim pemenangan setiap kubu.

“Untuk paslon nomor urut 1 Pradi Supriatna Hj Afifah Alia penerimaan dana kampanye sekitar Rp899.047.500 yang berasal dari pribadi Pradi Supriatna dan Hj Afifah Alia sebesar Rp399.337.500, dan sumbangan pihak lain perseorangan Rp499.710.000,” katanya.

Sedangkan, paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono penerimaan dana kampanye sekitar Rp1 miliar berasal dari dana pribadi Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono Rp500.000.000, serta sumbangan pihak lain perseorangan Rp500.000.000. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *