oleh

Kirim Berita Bohong ke Istri, Sang Suami Dijerat Wajib Lapor

POSKOTA.CO – Akibat ulahnya yang nyeleneh Yana Supriatna,40, tercatat sebagai suami viral di media sosial. Sepekan setelah mengirim voice note ke sang isteri yang mengabarkan bahwa dirinya diperdaya kawanan penjahat di Cadas pangeran, Kabupaten Sumedang, kini Yana ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong. Yana yang ditangkap di sebuah rumah di Kampung Dawuan, Majalengka hanya dikenakan hukuman wajib lapor ke Polres Sumedang.

Yana, warga Regol, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dalam dua pekan terakhir menjadi buah bibir. Pasalnya, ia sempat mengirimkan voice note ke isterinya yang mengabarkan bahwa ia ada dalam bahaya karena diikuti kawanan penjahat di Cadas pangeran. Berita Yana pun sontak membuat stres sang isteri. Untuk menyelamatkan nyawa suami, sang isteri langsung melaporkan kabar tak sedap itu ke kepolisian. “Pak polisi tolong selamatkan suami saya. Saya takut suami dibunuh para penjahat,” kata sang isteri sambil meneteskan air mata.

Rasa sayang sang isteri tidak bisa dibohongi. Selama melapor di kantor polisi tetesan air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya. Setiap polisi bertanya ia pun menjawabnya sambil menangis. Setiap tetesan air mata yang keluar dari kedua bola matanya selalu disusut dengan sapu tangan biru yang sudah dipersiapkan sebelumnya. “Suami hanya mengabarkan bahwa dirinya dibuntuti penjahat. Tolong pak polisi,” katanya lagi.

Laporan sang isteri tentu saja membuat jajaran kepolisian Polres Sumedang bertindak cepat. Puluhan anggota gabungan mulai polisi, TNI, dan Basarna segera diterjunkan untuk melakukan penyisiran di lereng Cadas Pangeran. Dari lokasi polisi hanya menemukan barang bukti motor korban Nopol Z 2333 AB yang diparkir di lereng tebing. Sementara, Yana sendiri keberadaannya masih misterius. Pencarian hari kedua, Yana masih belum diketahui nasibnya.

Bahkan, tim gabungan sempat meminta petunjuk juru kunci Cadas Pangeran untuk meneropong keberadaan korban. “ Yana sudah ditelan ular kuning. Tunggu saja sampai hari ketiga. Jika tak kembali, keluarga supaya mengikhlaskannya,” kata dia.

Jawaban juru kunci nampaknya tidak membuat pesimis aggota polisi. Terbukti, pada pencarian hari ketiga tim lidik Sat Reskrim Polres Sumedang akhirnya berhasil mengendus keberadaan Yana di Kampung Dawuan, Kabupaten Majalengka. Yana, diciduk polisi di rumah persembunyiannya. “Yana sudah ditetapkan jadi tersangka namun tidak ditahan.Tersangka wajib lapor ke Polres Sumedang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Chaniago, ke wartawan. Alasan tak ditahan, lanjutnya, ancaman hukumannya di bawah lima tahun. “Kami masih mendalami kasus tersebut,” ucapnya.

Di hadapan penyidik pria yang bekerja di kantor Notaris di Kota Bandung ini nampak pasrah. Ia tak bisa berbuat apa-apa selain mengakui semua perbuatannya. Sambil menundukkan kepala, ia mengaku bahwa kabar tentang dirinya dibuntuti kawanan penjahat yang dikirim ke isteri pada Selasa 16 November 2021 hanyalah rekayasa alias bohong.

“Semua ini saya lakukan karena stres akibat tekanan pekerjaan dan keluarga. Saya panik,” imbuhnya. Untuk meyakinkan sang isteri, Yana pun nekat memarkirkan sepeda motornya di bibir tebing Cadas Pangeran. Ia bergegas kabur ke Majalengka naik angkutan umum.

Petualangan viral Yana berakhir di kepolisian. Hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan Polres Sumedang Senin (22/11), memutuskan bahwa Yana resmi menjadi tersangka dan dijerat Pasal 14 ayat 2, UU RI No.1/1946 tentang penyebaran berita bohong yang dapat membuat keonaran dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 3 tahun. Yana..Yana masih beruntung tidak ditahan dan hanya wajib lapor. (dono darsono/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *