oleh

Pangandaraan Kembali Menggeliat, ‘Nah Ini Dia Ikan Laut Kidul yang Gua Kangenin’

POSKOTA.CO- Setelah dua tahun tertidur pulas akibat digoyang virus Covid-19, obyek wisata Pantai Laut Kidul Pangandaran, Jabar, kini mulai menggeliat kembali. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah mulai berdatangan.

Mereka bukan hanya menyerbu keindahan pantai yang membentang dari Barat sampai ke timur, akan tetapi pusat penjualan ikan khas Pangandaran turut menjadi sasaran penyerbuan pegunjung pasca pandemi Covid ini. “Nah…ini dia.. ikan laut kidul yang sudah gua kangenin,” celetuk Tommy,45, pengunjung asal Jakarta Barat.

Dalam kondisi masih berpakaian basah kuyup usai melepas kepuasaan bermain air dan pasir bersama keluarga pria berambut cepak itu pun nekat ikut antri dengan pegunjung lainnya untuk memburu ikan laut jenis jambal roti yang berkualitas nomor wahid. Berdiri di penghujung antrian pria berlogat Betawi ini nampak memainkan kedua kakinya yang mengisyaratkan mulai keserangan pegal akibat berdiri.

“ Inilah indahnya antri. Mau divaksin antri, mau ke ATM antri, begitu pula ke WC umum harus atri. Beli ikan asin harus antri. Semuanya serba antri,” celetuknya.

Ikan laut Jambal Pangandaran dalam pandangan Tommy, merupakan ikan khas yang menjadi khas buah tangan Pangandaran yang tidak ada duanya. Kualitasnya cukup aduhai, daging tebal, dan renyah. Pokoknya, ikan ini yahuud, dan menyimpan rasa maknyus di lidah. Untuk itu, pria bertubuh ceking ini megaku relah antri demi memburu ikan tersebut. Ia mengakui jika ke Pangandaran senantiasa membeli ikan jambal sebagai bukti kuat jika ia dan keluarga sudah menginjakkan kaki di Tatar Laut Kidul. “Ikan Jambal Pangandaran..yes..,” ungkapnya lagi di sela antri di pusat belanja ikan di Wilayah Pantai Timur Pangandaran.

Ikan jambal Pangandaran memag cukup populer di mata pegunjung. Karenanya, mereka selalu menyempatkan diri untuk mencari, dan memburu ikan itu meski dalam kondisi dasn situasi apapun. Bahkan, para pegunjung rela untuk nongkorong di teras toko ikan hanya sekedar utuk memburu ikan jambal yang memiliki nilai sensasi kuat saat dikunyah. Jika pengunjung telat mendatangi lokasi penjualan ikan jangan harap pulang bisa membawa ikan tersebut.

“Yah,,daripada dimarahi sang isteri karena tidak membawa ikan lebih baik menongkrongi teras toko sekalipun harus subuh. Telat sedikit ikan itu ludes,” kata pengunjung lainnya Aby Herman,38, asal Bandung.

Bagi Herman, ikan jambal roti Pangandaran memiliki keistimewaaan dibanding dengan ikan jambal roti yang didapatnya dari daerah lain. Ikan laut Kidul ini selain berkualitas juga memiliki tekstur daging yang khas. Ketika ikan asin itu diolah denga bumbu yang hebat, sensasi kenikmatan ikan itu akan muncul. “ Sensasinya sulit untuk dibuktikan tapi mudah dirasakan,” imbuhnya.

Saking ngebetnya pada ikan tersebut Herman yang juga ketua RW di kawasan Cibiru Kota Bandung tak taggung-tanggung memesan 6 kilogran ikan jambal khas Laut Kidul untuk dibagikan ke tetangga.” Ini ikan jambal yang kualitasnya tidak abal-abal. Nikimatnya ikan laut Kidul,” paparnya sambil tersenyum.

Meski Pantai Pegandaran mulai menggeliat dari serbuan pengunjung namun harga ikan asin jambal roti masih tetap stabil. Harga pasaran ikan berkualitas ini kisaran 120 ribu perkilogram.

Kualitas ikan memang tidak menggoyahkan pengunjung untuk mengocek sakunya. Mereka rela mengerluarkan fulus ratusan ribu bahkan jutaan rupiah di pertokoan ikan Pangandaran demi memuaskan keluarga, kerabat dan tetangganya. Ikan Laut Kidul ? Bungkus…Kang!. (dono darsono/sir).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *