oleh

Ketua MPR Bamsoet Buka Kejuaraan Internasional Sepakbola di Sentul

POSKOTA. CO – Kejuaraan internasional sepakbola Garuda International Cup II di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor, secara resmi dibuka Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Bamsoet sapaan Wakil Ketua Umum Partai Golkar membuka kejuaraan internasional sepakbola internasional yang mempertandingkan dua kelompok usia yakni U-12 dan U-17.

Sekitar 32 tim ikut dalam pertandingan nanti. Semua peserta berasal dari 5 negara yakni Singapura, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan tim Indonesia sebagai tuan rumah.

“Melanjutkan kesuksesan acara Garuda International Cup I, hadirnya Garuda International Cup II adalah sebuah oase pelepas dahaga, setelah lebih dari 2 tahun pandemi Covid-19 membatasi berbagai aktivitas kita. Ajang Garuda International Cup II juga memiliki spektrum pemaknaan yang multi-dimensional. Baik sebagai sarana penjaringan bibit pemain muda, pembinaan dan pengembangan potensi atlet, maupun dalam rangka menyediakan turnamen sepakbola yang kompetitif di level internasional,” kata Bamsoet saat membuka kejuaraan internasional sepakbola Garuda International Cup II di ASIOP Training Ground, Sentul, Bogor, kemarin.

Turut hadir dalam pembukaan yakni, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Komite Penasehat Transtama – Garuda International Cup, Benny Soetrisno, Steering Committee Transtama – Garuda International Cup, Ade Wellington serta Ketua Panitia Transtama – Garuda International Cup, Runie Virgiani.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, olahraga merupakan media yang dapat mewadahi keberagaman latar belakang sosial budaya dari setiap kontestan.

Hal lain, olahraga bisa menyatukan ke dalam satu spirit dan tujuan yang sama, yaitu berjuang untuk menggapai prestasi terbaik.

Karenanya Bamsoet menegaskan, kejuaraan internasional sepakbola Garuda International Cup II menjadi media pembelajaran.

“Sekeras apapun sebuah kompetisi, dan sedalam apapun hasrat untuk menjadi pemenang, tidak boleh menjadi penghalang untuk menjunjung tinggi nilai kebersamaan, perdamaian, dan saling menghormati,” ujarnya.

Bagi politisi kawakan Golkar ini, berkumpulnya para pelajar dari berbagai negara, mengisyaratkan tingginya antusiasme generasi muda untuk kembali bangkit dari keterpurukan, membangun optimisme dalam menyongsong masa depan, dan merayakan dibukanya kembali sekat-sekat yang membatasi aktivitas kebersamaan.

“Semua dirajut melalui sebuah kompetisi olahraga bertaraf internasional,” jelas Bamsoet.

Bamsoet yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, kejuaraan internasional sepakbola Garuda International Cup II juga memiliki spektrum pemaknaan yang multi dimensional.

Baik sebagai sarana penjaringan bibit pemain muda, pembinaan dan pengembangan potensi atlet, maupun dalam rangka menyediakan turnamen sepakbola yang kompetitif di level internasional.

“Di sisi lain, kehadiran event turnamen internasional ini juga membawa dampak positif bagi geliat perekonomian rakyat. Pagelaran turnamen ini tidak sekedar mewakili ikhtiar kita untuk membangun dan memajukan prestasi sepakbola tanah air, melainkan juga dalam kerangka memaknai olahraga sebagai sebuah industri yang potensial untuk menopang perekonomian nasional,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, sepakbola modern tidak lepas dari aspek bisnis, entertainment dan sosial.

Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, melalui kejuaraan internasional sepakbola Garuda International Cup II diharapkan juga bisa mencerahkan masa depan olahraga sepakbola di Indonesia agar semakin maju dan modern.

Menjadikan olahraga bukan hanya sebagai kebanggaan nasional melainkan juga sebagai industri yang bisa memberikan multiplier effect economy yang besar bagi masyarakat.

“Yang tidak boleh kita lupakan, bahwa salah satu tolok ukur kesuksesan penyelenggaraan turnamen sepakbola internasional ini, adalah keberhasilan untuk menginspirasi setiap generasi muda, dengan menjadikan ajang kompetisi sebagai wahana peningkatan potensi diri, agar dapat melangkah lebih cepat, melompat lebih jauh, dan menggapai prestasi lebih tinggi,”tutur Bamsoet. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.