oleh

Hindari Puncak Arus Mudik, Ribuan Penumpang Bus Tujuan Sumatra Mulai Padati Terminal Terpadu Pulogadung

JAKARTA – Mendekati Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, jumlah pemudik mulai memadai stasiun kereta api, terminal bus, maupun bandara. Mereka pilih lebih awal pulang kampung demi menghindari puncak arus mudik yang terasa menyengsarakan di jalanan.

Syahputra, warga Kemayoran, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa izin cuti dari kantornya supaya bisa pulang ke Solo,  Jawa Tengah, lebih awal. “Sebenarnya pekerjaan saya menerapkan libur mulai hari Sabtu tanggal 29 Maret, tapi untungnya saya dibolehkan ambil cuti plus izin kerja, sehingga bisa boyong ke anak istri berangkat mudik sekarang,” kata karyawan swasta Syahputra di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (24/3).

Aktivitas terminal terbesar di Jakarta ini memang mulai meningkat sejak Sabtu dan Minggu kemarin. Ribuan pemudik mulai berdatangan. Para penumpang menuju ke sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatra. Komandan Regu (Danru) Terminal Terpadu Pulogebang, Badman Harahap mengatakan, sejak Sabtu (22/3) mulai terjadi kenaikan jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP).

“Jika hari biasa rata-rata penumpang yang berangkat dari terminal ini sekitar 1.500 orang dengan menggunakan 300 bus AKAP. Namun, sejak Sabtu sudah meningkat menjadi sekitar 2.500 hingga 3.000 penumpang. Bahkan hari Minggu melonjak lebih dari 4.000 pemudik,” ujarnya kepada wartawan.

Harahap  menjelaskan, penumpang arah Sumatra didominasi dengan tujuan Bengkulu, Padang, Palembang, Jambi, dan Pekan Baru. “Mereka memilih berangkat lebih awal karena memang membutuhkan waktu tempuh perjalanan lebih lama dan menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan Jumat dan Sabtu depan,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk penumpang dengan tujuan  di Pulau Jawa sudah terjadi peningkatan, namun belum terlalu signifikan. “Rata-rata dengan tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Surabaya, Malang, Madiun, Ngawi, Wonosobo, Purwokerto, Brebes, Tegal hingga Pemalang. Sudah banyak yang berangkat karena sudah libur sekolah dan ada kebijakan WFA,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada Jumat (21/3), jumlah keberangkatan sebanyak 2.253 penumpang dengan menggunakan 353 bus. Kemudian, Sabtu (22/3), mencapai 3.032 penumpang menggunakan 391 bus. Selanjutnya, di hari Minggu (23/3) mulai pukul 00.00 sampai dengan pukul 11.23 WIB jumlah keberangkatan mencapai 1.451 penumpang dengan 140 bus AKAP. Sedangkan sore hingga malam makin membludak di atas 4.000-an.

“Untuk arus mudik tahun lalu pada periode yang sama, untuk keberangkatan pada H-7 sebanyak 2.153 penumpang dengan 248 bus, H-6 ada 3.463 penumpang menggunakan 290 bus,” papar Harahap. Ia mengimbau kepada pengguna jasa bus AKAP di Terminal Terpadu Pulogebang agar lebih berhati-hati dalam membawa barang bawaannya, jangan sampai tertinggal atau tertukar.

“Pemudik harus  waspada, termasuk kepada orang tak dikenal yang sok ramah karena banyak modus penjahat seperti ini. Petugas kami terus bersiaga, kalau perlu informasi jangan segan bertanya kepada petugas resmi berseragam,” imbaunya.

Menurutnya, untuk mendukung arus mudik, terminal dilayani petugas selama 24 jam nonstop yang terbagi dalam tiga shift. Tiap shif dijaga minimal 150 personil gabungan. (jo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *