JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, termasuk di Jakarta akan dilakukan secara serentak pada tanggal 27 November. Warga yang memiliki hak suara diimbau untuk menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan tersebut demi masa depan kota untuk lima tahun ke depan.
Hal itu terungkap pada acara sosialisasi Pilkada 2024 yang digelar secara kolaboratif antara KPU Kota Jakarta Timur, Panwaslu Jakarta Timur, Karang Taruna Jakarta Timur, dan lainnya. Sosialisasi yang dikemas melalui dialog publik dan dihadiri sekitar 100 undangan berlangsung di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun 2, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).
Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cipayung, Desi Haryadi menjelaskan bahwa saat ini sudah memasuki tahapan Pilkada. “Informasi hoaks yang bersifat mengadu domba antarkelompok masyarakat telah bermunculan, baik melalui media sosial, media online dan lainnya, sehingga harus diantisipasi semua pihak demi menjaga kesatuan dan persatuan,” kata Desi saat membuka acara dialog publik dengan judul Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wagub Jakarta Tahun 2024 oleh KPU Jakarta Timur.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pembicara antara lain komisioner KPU Jaktim Fahrur Rohman, Ketua Karang Taruna Jaktim Gumilang, dan praktisi media Rikky Affandi Daulay. Para undangan terdiri dari masyarakat awam, pendukung paslon, aktivis, dan lainnya.
Fahrur Rohman maupun Rikky menyampaikan bahwa Pilkada Jakarta yang diikuti tiga paslon Gubernur dan Wagub, bisa saja berlangsung satu kali putaran. “Kalau ada salah satu paslon yang meraih suara minimal 51 persen, maka dapat dipastikan pilkada berlangsung satu putaran. Jadi, proses pelantikan Gubernur dan Wagub diperkirakan pada Januari 2025 dan tentunya biaya juga lebih hemat,” papar Rikky. Tapi jika pilkada berlangsung dua putaran, maka KPU juga sudah punya persiapan.
“Kalau terjadi putaran kedua, maka pemilihan kedua akan dilakukan pada tanggal 26 Februai 2025. Adapun pelantikannya tentu juga akan mundur antara bulan April dan Juni 2025. Mohon informasi ini diteruskan kepada orang-orang di sekitar Anda, baik lingkungan keluarga, tetangga, perkantoran, dan lainnya,” tandas Rikky. Sedangkan Rohman menambahkan para peserta yang telah mendapatkan pembekalan ini agar bersedia menyampaikan pengetahuan tersebut, terutama kepada generasi muda untuk menggunakan hak suara. (jo)







Komentar