POSKOTA.CO – “Suami saya punya gebetan, siapa yang nggak kesal sudah lima kali saya pergoki,” ungkap Ny. Wiwit,40, sambil merunduk di kantor polisi.
Wanita tengah baya tersebut dituduh membakar suaminya Tauhid,40, hingga tewas setelah tubuhnya disiram pakai bensin di rumahnya Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jatim (16/7).
Sebelum dibakar, ia dan suaminya sempat cekcok lantaran dituduh punya selingkuhan, setelah Ny. Wiwit menerima telepon dari seseorang. “Dia punya selingkuhan, tapi menuduh saya yang nggak-nggak gimana saya gak dendam Pak,” tambahnya sambil menyeka air mata.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Jumat (18/7/2014) mengatakan, Ny. Wiwit dijerat Pasal 340 dan atau UU No 23/2004 pasal 44 ayat 3.
Diberitakan sebelumnya, Tauhid ditemukan terbakar di kamarnya setelah disiram bensin oleh istrinya. Dari hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Tauhid mengalami kombus (luka bakar) hingga 75 persen.
Pada saat kejadian, Wiwit dan anaknya Fani,7, sedang berada di depan rumah. Wiwit bahkan sempat ikut memadamkan api dibantu tetangganya kala tubuh Tauhid terjilat api. Nah, beberapa jam selepas kejadian, Tim Reskrim Polres Malang dibantu Polsek dan Labfor Polda Jatim didatangkan.
Labfor mencari penyebab kebakaran dan munculnya api. AKBP Sudi Haryono selaku Kepala Pemeriksa Olah TKP dari Labfor, mengambil sejumlah abu dan perabot rumah yang terbakar. Namun, adanya CCTV di rumah Tauhid, Petugas Reskrim mengamankan DVR CCTV.
Dari rekaman CCTV inilah diketahui secara detail. Wiwit menyiramkan bensin ke kamar. Ke tubuh Tauhid, ke dinding dengan bensin. Pada 16 chanel dengan 9 kamera CCTV yang terpasang, nampak jelas rangkaian cerita.
Ditenggarai, ada permasalahan keluarga antara Wiwit dan Tauhid hingga membuat Wiwit merencanakan sesuatu dengan membakar tubuh suaminya. “Dalam rekaman CCTV itu, malam atau pas waktu sahur kedua pasutri sempat cekcok. Baru pagi harinya, ada rekaman menyiram bensin dan membakarnya,” tegas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.







Komentar