oleh

Pungli Masih Belangsung di Samsat Jakarta Selatan

Gedung Samsat Jaksel
Gedung Samsat Jaksel

POSKOTA.CO- Praktek pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan surat –surat kendaraan bermotor masih berlangsung di lingkungan Samsat Jakarta Selatan.

Himbauan bertuliskan ‘ saya berjanji hari ini tidak ada lagi keluhan masyarakat’, hanya dianggap lips service ( pemanis dibibir) atau angin lalu oleh oknum petugas.

Praktek pungli terang-terangan hampir terjadi disemua loket pengurusan. Misalnya untuk pengurusan berita acara (BA) proses STNK hilang wajib pajak (WP) diminta Rp 50 ribu.

Jangan coba-coba tidak membayar maka anda akan dipersulit. Keluhan muncul dari seorang WP bernama Puji yang mengurus proses STNK hilang motor Yamaha Mio bernomor polisi B 3629 SMP harus menelan kepahitan, dan merasa dipingpong petugas loket tata usaha(TU) Samsat Jakarta Selatan.

” Saya daftar Kamis tanggal 17 juli 2014, dan dijanjikan besok selesai, ketika saya datang ternyata belum selesai. Apalagi saya dipingpong ke petugas sebelah, petugas lainnya mengatakan, berkas saya belum ada,” keluh Puji, Sabtu(19/7).

Sepertinya, praktek pungli juga terjadi dalam pengurusan STNK hilang dan BBN II(balik nama). Petugas tanpa sungkan meminta uang sebagai pelicin pengurusan surat-surat kendaraan.

Praktek pat- gulipat ini sudah lama berlangsung lama, dan tidaklah mungkin tidak diketahui oleh pimpinan Polda Metro Jaya. Selama ini, jajaran Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya sebagai lahan ‘basah’ selalu dijadikan ‘ATM’ bagi sejumlah pejabat.

Sementara itu, Kanit STNK Samsat Jakarta Selatan Iptu Wahyono mengaku tidak mengetahui perbuatan nakal anak buahnya tersebut. “ Laporkan kepada saya,” elak Wahyono, Sabtu(19/7). (sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *