TANGERANG — Di tengah kabar pencarian yang belum menemukan titik terang, doa menjadi cara sederhana yang dipilih civitas akademika Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) untuk menguatkan harapan. Puluhan civitas akademika dan mahasiswa UMT menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.
Doa bersama itu digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada para jurnalis dan awak kapal yang hingga kini belum ditemukan. Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, harapan agar kedelapan orang tersebut dapat kembali dengan selamat terus dipanjatkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Warsito mengatakan, doa tersebut merupakan ikhtiar batin civitas akademika UMT untuk mengiringi operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.
“Kami secara bersama-sama mendoakan lima jurnalis dan tiga awak yang saat ini masih dalam proses pencarian. Semoga beliau-beliau itu diberikan keselamatan, bisa kembali dalam kondisi sehat, berkumpul kembali dengan keluarga,” kata Warsito, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Warsito, para jurnalis tersebut tengah menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau. Karena itu, keselamatan mereka menjadi perhatian bersama.
Bagi UMT, kata dia, dukungan tidak berhenti pada doa. Ada harapan agar proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil dan seluruh korban dapat segera ditemukan. “Harapan kami semuanya bisa kembali dengan sehat dan bencana ini juga kembali dengan normal,” ujar Warsito.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dilakukan tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Sejumlah sarana dan metode pencarian dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda dan kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Di tengah pencarian tersebut, doa dari civitas akademika UMT menjadi bagian dari dukungan moral yang terus mengalir. Harapannya sederhana: delapan orang yang sedang dicari itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali ke rumah, bertemu keluarga yang menanti. (Imam)







Komentar