PULAU SERIBU – Fasilitas dermaga naik-turun wisatawan dan warga dari Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa memprihatinkan. Sebab dermaga kapal penumpang kapal tradisional fasilitas sandar masih belum memadai, sehingga warga terpaksa basah-basahan saat akan naik turun kapal.
Bakri, salah seorang nakhoda KM Trabas, mengakui kondisi dermaga Tanjung Pasir sangat memprihatinkan. Menurutnya kondisi tersebut menyulitkan penumpang, terutama mereka yang membawa barang, anak-anak atau memiliki keterbatasan dalam bergerak.
“Memang kondisi dermaga Tanjung Pasir sangat memprihatinkan. Memang pada saat air pasang lebih mudah, kapal menepi ke pinggir pantai. Tapi kalau air surut, penumpang terpaksa basah-basahan saat naik dan turun dari kapal,” ujar Bakri, Jumat (04/09/2026).
Parahnya lagi kata Bakri saat cuaca kurang bersahabat, kapal sulit bertambat. Sebab selain angin juga ombak tinggi sehingga keselamatan penumpang perlu menjadi perhatian. Padahal dermaga Tanjung Pasar itu sangat penting dan menjadi salah satu akses utama menuju Pulau Untung Jawa.
“Kalau kondisi cuaca atau angin dan ombak tinggi, kapal tidak dapat bertambat dan risiko penumpang lebih tinggi. Persoalan fasilitas sandar di Tanjung Pasir bukan hal yang baru, Tahun 2020, pelayanan perahu motor kayu rute Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa sudah diterbitkan tapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata,,” katanya.
Untuk itu Bakri berharap pemerintah dapat membangun fasilitas pelabuhan atau dermaga yang representatif untuk mendukung aktivitas transportasi laut di Tanjung Pasir.
Sebab dermaga Tanjung Pasir ini menjadi akses utama warga dan wisatawan ke Pulau Untung Jawa dan sebaliknya. Untuk itu dirinya dan warga hal ini mendapat perhatian dari pemerintah, karena kondisi ini sudah puluhan tahun dan belum juga terwujud.
Sementara itu Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim Abu Bakar, saat melakukan monitoring aksesibilitas, mengakui transportasi laut rute Tanjung Pasir–Pulau Untung Jawa, di pelabuhan Tanjung Pasir membutuhkan perhatian khusus. Sebab kapal-kapal penumpang tradisional belum memiliki fasilitas sandar yang memadai.
“Hampir 80 persen pergerakan warga dan wisatawan menggunakan kapal-kapal tradisional dari Tanjung Pasir ke Pulau Untung Jawa dan sebaliknya. Tapi kondisi dermaga sangat memprihatinkan dan ini perlu mendapatkan perhatian lebih,” kata Muslim, Jumat (4/9) .
Menurutnya, kondisi ini kerap disampaikan warga maupun pemilik kapal penumpang yang menggunakan jalur tersebut. Sebab dermaga Tanjung Pasir itu merupakan akses utama menuju Pulau Untung Jawa.
Ditambahkan Lurah Untung Jawa, Parahnya lagi saat kondisi air surut, penumpang harus turun lebih jauh dari tepian sebelum dapat mencapai daratan. (Wnd/fs)







Komentar