JAKARTA – Jakarta Open Biathle dan Triathle 2026 yang digelar 29-30 Agustus di Kompleks Olahraga Ragunan, mendapat apresiasi banyak pihak. Untuk kesinambungan pembinaan cabang olahraga modern pentathlon, gelaran di tahun kedua ini diharapkan dilaksanakan rutin tiap tahun.
Jakarta Open Biathle dan Triathle 2026 mempertandingkan kelas Open Youth 1 (8-12 tahun), Open Youth 2 (13-14 tahun), Open Umum (15-37 tahun). Dengan nomor perorangan putra dan putri, relay putra dan putri serta mix relay.
Atlet andalan DKI Jakarta bersaudara, Farras Satrio dan M. Dhafin Putra Sugianto, menunjukkan kelasnya di ajang ini dengan mendominasi katagori Open Umum. Farras meraih lima emas dari nomor Biathle Relay Open Umum Putra, Biathle Open Mixed Relay, Triathle Individual Open Putra dan Triathle Open Umum dan Mixed Relay. Sementara Dhafin mengoleksi tiga emas dari nomor Biathle Open Putra, Biathle Relay Open Putra, Triathle Relay Open Umum Putra.
Di sektor putri, atlet andalan DKI, Fika Nur Ambiya, juga merebut tiga emas dari nomor Biathle Open Mixed Relay, Triathle Open Mixed Relay dan Triathle Relay Open Putri bersama Sarah Azra Handono.
Nomor Triathle (lari, renang dan menembak) modern pentathlon digelar pada hari pertama, sedangkan Biathle (lari dan renang) digelar pada hari kedua.
Total raihan tujuh emas dari kategori bergengsi open umum memberi optimisme bagi tim DKI Jakarta yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai yang pertama kali akan dihelat pada November 2026 mendatang.
“Pada PON Pantai 2026, modern pentathlon akan mempertandingkan Biathle, Triathle dan Pentathlon, dengan nomor individual Putra-Putri, Relay Putra- Putri, dan mixed relay. Kita optimis Insya Allah bisa meraih sukses,” ujar Ketua Panpel Jakarta Open Biathle dan Triathle 2026 yang juga menjabat Wakil Ketua Pengprov Modern Pentathlon Indonesia (MPI) DKI Jakarta sekaligus sebagai Direktur Kompetisi, Ratih Permanasari (Sonia).
Tidak hanya menghadapi PON Pantai, Sonia menambahkan, ajang Jakarta Open Biathle dan Triathle juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak agar bisa kembali digelar di tahun-tahun berikutnya. Banyak para orang tua dan klub pentathlon yang meminta agar kejuaraan ini terus hadir sebagai kompetisi yang menjadi tolak ukur pembinaan mulai atlet kelompok umur.
Mempertandingkan berbagai nomor mulai dari kelompok umur hingga umum, ajang ini tidak hanya diikuti atlet Jakarta, tapi sejumlah provinsi menyertakan wakilnya di antaranya Jawab Timur yang diikuti oleh atlet SEA Games MPI, Graha Rizky, lalu dari Banten, Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara, dan beberapa daerah lain.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Yunus Burhan juga berharap ajang Jakarta Open Biathle dan Triathle 2026 ini mejadi kompetisi yang dapat menciptakan pembinaan berkelanjutan dan penyiapan regenerasi atlet.
Jakarta Open Biathle dan Triathle 2026 ditutup oleh Sekjen PP MPI Marsma TNI Ridwan Gultom yang juga bertugas sebagai technical delegate. Ridwan memberikan apresiasi tinggi kepada Pengprov MPI DKI Jakarta yang dinilai sangat aktif dan konsisten menghidupkan ekosistem olahraga modern pentathlon melalui kompetisi berkala.
Ia juga mencatat hadirnya potensi-potensi atlet muda dan baru yang bermunculan sepanjang pertandingan. Terutama di sektor putri. Bukan hanya bibit atlet dari Jakarta, tapi juga dari beberapa daerah yang mengikuti kejuaraan ini.
“Ada beberapa atlet putri yang bisa mengungguli nama-nama yang sudah lebih dahulu muncul sebelumnya, mudah-mudahan mereka terus berkembang lewat pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan,” ujar Ridwan, dalam rilis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Selasa (1/9/2026). (*/dk)







Komentar