JAKARTA – Pemprov Jakarta bersama lima kota aglomerasi, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi, sepakat menjalin kerja sama Jabodetabek Connected. Proyek pembangunan fasilitas jalan raya tersebut untuk menghubungkan antarkota sekaligus berikut budayanya.
Perjanjian kerja sama tersebut dinamakan proyek ‘Nyambungin Kota, Nyambungin Budaya’. Acara penandatangan Perjanjain Kerja Sama (PKS) dilakukan di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, setiap pembangunan kota pasti berdampak pada kebudayaan yang akan terkikis. “Di kota aglomerasi sekitar Jakarta juga terdapat budaya Betawi seperti Depok dan Bekasi,” ungkap Rano.
Menurutnya Pemprov sangat berkeinginan mengembangkan konsep besar ini. “Tentu kerja sama ini saya harapkan tidak sekadar tanda tangan di atas kertas, ada sesuatu yang harus segera kita desain,” tegasnya.
Pada 2027 mendatang, Jakarta akan berusia 500 tahun dan saat ini pihaknya tengah menyusun agenda kegiatan dan kalender acara. Karena itu, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari wilayah penyangga. “Jakarta memerlukan aglomerasi, dan aglomerasi juga memerlukan Jakarta,” tegas Rano.
Ditambahkan Rano, dirinya bersama seluruh jajaran dinas terkait memiliki tugas untuk menggodok program-program yang saling menguntungkan.
“Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini bisa mengangkat ekosistem budaya Betawi khususnya agar tetap adaptif, inklusif dan berkelanjutan,” harapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahulloh Tamary menambahkan, menjelang usia lima abad pada 2027 nanti, pihaknya ingin memastikan kemajuan Jakarta berjalan seiring dengan penguatan identitas dan kebudayaan.
Menurut Miftahulloh, Jakarta dengan wilayah aglomerasi di sekitar merupakan kawasan yang saling terhubung dalam kebudayaan, khususnya budaya Betawi.
“Hari ini kami melanjutkan program Jabodetabek Connected yang telah dimulai sejak 2025, sebagai langkah nyata kolaborasi antardaerah,” tandasnya. (jo)








Komentar