JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menghadiri Raker dengan Komisi I DPR RI, Menhan, dan Panglima TNI membahas Persetujuan Penerimaan Hibah Alpahankam dari Luar Negeri bertempat di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta.
Menhan RI Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan khusus dari Angkatan Laut akan menerima hibah dua Patrol Boat dari Armada Jepang. “Selain dua Patrol Boat hibah dari Jepang, TNI AL juga sedang mengupgrade kemampuan 41 KRI nya agar dapat segera dioperasikan,” kata Sjafrie, Selasa (4/2).
Armada Jepang akan menghibahkan dua Patrol Boat yang dijuluki sebagai Official Security Assistance (OSA) kepada TNI AL. Menurut Menhan, pentingnya menerima hibah kapal ini dilatarbelakangi oleh Geo Politik Indonesia yang merupakan negara maritim di mana sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.
Menhan mengungkapkan Indonesia memiliki 8 Choke Points yang diibaratkan sebagai pintu-pintu rumah yang harus dijaga. Lebih lanjut, urgensi Alutsista ini diharapkan dapat menjaga Choke Points perairan Indonesia agar terhindar dari ancaman-ancaman yang datang dari luar.
Dua Patrol Boat ini akan diproyeksikan oleh TNI AL di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan panjang 18 meter dan lebar 5 meter serta memiliki kecepatan 40 knot. Kerawanan-kerawanan yang berpotensi masuk perairan Indonesia melalui pulau pulau kecil dapat dideteksi dengan kelincahan kapal ini.
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menambahkan dua Patrol Boat ini ditempatkan di IKN dikarenakan IKN merupakan pulau yang dilintasi oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia II (Alki II) di mana area ini terdiri dari laut dan sungai-sungai dengan ukuran yang cocok. “Patrol Boat ini mampu berpatroli hingga pelosok-pelosok sungai. Meskipun kapal ini merupakan hibah dari Jepang, namun kapal ini merupakan armada baru, hanya saja tidak dilengkapi senjata. Senjata-senjata di Arsenal TNI AL siap untuk dipasang pada Patrol Boat ini. (Rel/jo)







Komentar