oleh

Menhan Sjafrie dan Wapang TNI Sambangi Manokwari Selatan, Pastikan Yonif TP 805/KSW Siap Jaga Papua

​MANOKWARI SELATAN – Komitmen memperkuat beranda depan pertahanan Indonesia di Tanah Papua terus diprioritaskan. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 805/KSW di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Selasa (26/5/2026).

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Menhan dan Wapang TNI melihat langsung dari dekat bagaimana kesiapan pembinaan personel, kondisi sarana prasarana latihan, hingga detail kesiapan satuan dalam mengawal tugas-tugas kewilayahan di Papua Barat.

​​Saat melihat fasilitas latihan dan berdialog dengan para prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan catatan penting terkait pentingnya menjaga kualitas dasar prajurit. Menurutnya, sebuah satuan yang tangguh lahir dari sistem pembinaan yang konsisten.

​”Kesinambungan pembinaan prajurit itu mutlak. Kita butuh tenaga pelatih yang tidak hanya profesional, tapi juga berpengalaman. Program latihan satuan harus matang agar mereka benar-benar siap saat diterjunkan dalam tugas operasi,” tegas Menhan Sjafrie di hadapan para personel.

​Sinergi Nyata demi Kedaulatan NKRI

​Kehadiran duet Menhan dan Wapang TNI di Manokwari Selatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Kementerian Pertahanan sebagai penentu kebijakan dan TNI sebagai pelaksana kekuatan di lapangan. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan postur pertahanan Indonesia di wilayah timur berjalan optimal.

​Yonif TP 805/KSW kini mengemban misi penting. Satuan ini diharapkan terus memompa profesionalisme prajurit lewat program latihan yang:

*​Terukur: Memiliki target kemampuan yang jelas.
* ​Adaptif: Mampu menyesuaikan diri dengan dinamika tantangan di lapangan.
* ​Berkesinambungan: Dilakukan terus-menerus demi menjaga kesiapan tempur dan teritorial.

​Melalui gemblengan yang matang, prajurit Yonif TP 805/KSW diharapkan tidak hanya menjadi benteng pertahanan yang ditakuti musuh, tetapi juga menjadi pelindung yang humanis dan dicintai oleh masyarakat Papua dalam menjaga kedaulatan NKRI. (*/aga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *