oleh

Demi Target 100 Persen Warga Terlayani, PAM Jaya Gandeng Badan Usaha untuk Danai Proyek 1 Juta Sambungan Pipa

 

JAKARTA  – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang air bersih PAM Jaya mendapat tugas besar dari Pemprov DKJ untuk menambah jaringan pipa baru hingga total  tercapai 1.092.255 sambungan perpipaan guna menjangkau 100 persen layanan masyarakat.  Untuk realisasi proyek yang butuh dana raksasa, maka ditempuh melalui Sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pemprov Jakarta memberikan target penyambungan pipa baru untuk menuju lebih dari satu juta sambungan tersebut harus selesai dalam kurun waktu lima tahun. Program ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena pada tahun 2030, Pemprov hendak mewujudkan impian ‘kedaulatan air’ yang mana seluruh warga Jakarta terlayani air perpipaan yang dikelola PAM Jaya.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang membutuhkan investasi besar karena sejak tahun 2024 pekerjaan penyambungan pipa baru sudah dilakukan secara bertahap. “Sepanjang tahun 2024, kami baru bisa menambah sekitar 50 ribu sambungan,” kata Arief di Jakarta, Sabtu (25/1). Saat ini jangkauan layanan di Jakarta baru berkisar 65 persen dan harus digenapi sampai 100 persen pada lima tahun ke depan.

“Untuk mendanai proyek besar ini, PAM Jaya menerapkan pola bisnis yang memungkinkan perusahaan tidak bergantung sepenuhnya pada ekuitas atau modal sendiri. Melalui sistem PKBU kami  menggunakan aset yang ada untuk mengakses pinjaman, seperti pola pembelian rumah dengan angsuran. Dengan cara ini, perusahaan tetap dalam kondisi sehat, tetapi kita tetap bisa melaksanakan proyek yang diperlukan,” ujar Arief.

Saat ini, nilai aset PAM Jaya diperkirakan mencapai Rp 5 triliun, yang sebagian besar berasal dari akuisisi aset-aset. Nilai ini terus bertumbuh setelah PAM Jaya mengambil allih pengelolaan air dari dua mitra sebelumnya yang bernilai sekitar Rp 3 triliun. “PAM Jaya terus mencari solusi pendanaan agar proyek tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengalami penundaan,” tandas Arief.

Menurutnya, sistem KPBU yang diterapkan adalah salah satu cara agar perusahaan tetap menjaga kestabilan keuangan sambil memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana. “Pola ini memungkinkan kita untuk menarik dana dari pihak ketiga tanpa harus terlalu membebani ekuitas perusahaan,” tambahnya.

Dari data grand plan suplai dan pelanggan PAM Jaya, peningkatan jumlah pelanggan dicapai secara bertahap seiring penambahan pasokan air. Seperti pada 2024 ada tambahan hingga 50.000 sambungan dengan suplai air sebesar 358 liter per sekon (LPS) dari Jatiluhur tahap I (208 LPS) dan Tirta Benteng (150 LPS).

Lalu pada tahun 2025 ini, ditargetkan menambah 192.663 sambungan dengan adanya pasokan tambahan hingga 2.370 LPS dari Jatiluhur tahap II (1.520 LPS), Pesanggrahan (250 LPS) dan Buaran III (600 LPS). “Akan terus bertahap hingga pada 2030 bisa mencapai 100 persen warga Jakarta telayani air perpipaan sebanyak 1.092.225 sambungan,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *