JAKARTA – Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta Muhamad Anis menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya mengurus aspek kesejahteraan pekerja semata. Melainkan juga ikut terlibat dalam kelangsungan bisnis perusahaan guna memberikan dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Hal itu disampaikan usai acara pengukuhan pengurus baru SPPSI Jakarta periode 2024-2027 di Grha Pertamina, Jl Perwira, Jakarta Pusat. SPPSI Jakarta merupakan Serikat Pekerja Pertamina di bawah naungan FSPPB, yang beranggotakan hanya Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT) yang tersebar di 30 wilayah kerja Pertamina baik di holding, subholding, maupun anak dan cucu perusahaan.
“Dengan semangat pemerintahan baru Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menjadikan swasembada energi untuk masuk pada Asta Cita dan program prioritas serta visi Pertamina yang baru, yang berkomitmen ingin menjadikan Pertamina, sebagai perusahaan energi yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi. Hal ini sejalan dengan perjuangan SPPSI,” kata Muhammad Anis, Rabu (8/1).
Acara pengukuhan berlangsung sukses. Hal itu ditandai dengan hadirnya para stakeholder dan semua mengapresiasi kepengurusan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) Prof. Yassierli, Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Jajaran Direksi Holding, Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina. Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar. Ketua Umum Serikat Pekerja Konstituen FSPPB dan Jajaran pengurus dan anggota FSPPB, serta pengurus dan Anggota SPPSI Jakarta.
Menteri Prof Yassierli turut menyampaikan materi dengan tema ‘Peran Negara dan Mewujudkan Hubungan Industrial BUMN yang Harmonis’. Menteri juga mengapresiasi pengurus baru. “Saya ucapkan selamat kepada SPPSI Jakarta atas pengukuhan pengurus, acaranya berjalan baik. Hal ini menunjukkan bagaimana sinergi antara manajemen dengan serikat pekerja bisa berjalan baik”, harap Prof. Yassierli.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono menyampaikan, sesuai amanah Presiden RI terkait swasembada energi, Pertamina adalah ujung tombak guna mencapai hal tersebut. “Saya berharap, harus ada hubungan industrial yang harmonis antara Pertamina dan pekerja, guna mencapai tujuan tersebut. Saya ucapkan selamat kepada pengurus SPPSI Jakarta 2024-2027, semoga semakin amanah,” harapnya.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menambahkan hadirnya SPPSI Jakarta merupakan bukti nyata dari semangat kebersamaan dan kerjasama yang kuat antara manajemen dan seluruh pekerja Pertamina. “Serikat pekerja adalah mitra penting dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis serta menciptakan lingkungan kerja yang adil dan transparan. Dengan adanya SPPSI, maka aspirasi pekerja akan selalu didengar dan dipertimbangkan,” tandasnya.
Presiden FSPPB Arie Gumilar juga mengapresiasi dukungan dan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan serta jajaran manajemen Pertamina Group. “Merupakan kehormatan luar biasa bagi kami, pengukuhan Serikat Pekerja di Pertamina dihadiri langsung Menteri Ketenagakerjaan, serta jajaran Komisaris, Direksi Pertamina Group secara lengkap. Semoga jadi pertanda baik untuk kami semua ke depan,” harapnya.
Sebagai bentuk syukur dan kepedulian SPPSI Jakarta, kegiatan pengukuhan diakhiri dengan pemberian santunan kepada Masjid Al Ukhuwah, Kabupaten Bekasi, dan Yayasan Yatim Cahaya Bunda Kramat, Jakarta Pusat. (jo)








Komentar