KUNINGAN -Warga Cibingbin Kabupaten Kuningan Jawa Barat, menyoal terkait kegiatan pembangunan SLBN Perbatasan, dengan menggunakan jasa para pekerja dari Kabupaten Ciamis.
Hal itu salah satunya diungkapkan warga Desa Cibingbin, yang meminta identitasnya tidak disebutkan ketika bertemu POSKOTAONLINE.COM.,di salah satu tempat, Sabtu (31/08/2024).
Menurutnya, kegiatan pembangunan pada SLBN Perbatasan Kabupaten Kuningan yang terletak di ujung timur Desa Cibingbin itu, terinformasi melibatkan para pekerja dari luar Kabupaten Kuningan, yakni sebagian pekerja berasal dari Kabupaten Ciamis.
“Saya mempertanyakan hal ini, sebab masih banyak warga di sekitar Cibingbin yang dapat diberdayakan sebagai pekerja,”kritiknya.
Dia menyebutkan, kalau hanya sebatas pembangunan gedung seperti ruangan kelas, ruangan UKS, ruangan perpustakaan dan pembangunan kantin, pekerja tukang dari wilayah Cibingbin juga tidak akan kalah dalam bekerja.
“Mengapa memilih mendatangkan pekerja jauh dari Kabupaten Ciamis, sedangkan letak geografis sekolah berada di Kabupaten Kuningan, ada apa maksudnya ini ?”ucapnya bertanya.
Disinggungnya, kebijakan pemilihan para pekerja oleh pihak sekolah dengan melibatkan para pekerja yang jauh di luar sana (Ciamis-red), memperlihatkan jika pembangunan swakelola SLBN Perbatasan tersebut, kurang menjunjung nilai-nilai pembangunan berbasis lingkungan.
“Sebagai masyarakat Cibingbin, saya merasa terpanggil untuk mengingatkan terkait kebijakan sekolah serupa itu, agar masyarakat kedepan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan pada SLBN ini, sehingga tidak menjadi apatis, akibat pihak sekolah kurang tepat dalam pengambilan sikap untuk kegiatan proyek bernilai 1 milyar rupiah lebih itu,”ujarnya mengingatkan.
Dikatakannya, kegiatan pembangunan SLBN Perbatasan di Cibingbin Kabupaten Kuningan, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2024 ini, dikerjakan menggunakan metode swakelola.
“Tentu idealnya, pihak sekolah mengutamakan para pekerja memberdayakan tenaga kerja yang berada di lingkungan sekitar,”ucapnya.
Sementara itu, ketika dikunjungi POSKOTAONLINE.COM.,pada lokasi proyek pembangunan di SLBN Perbatasan Cibingbin, Sabtu (31/08/2024), pihak komite pembangunan maupun pihak sekolah tidak berada tempat.
Kepala rombongan (mandor) tukang yang ditemui di lokasi, Alpin mengakui, jika dirinya bukan merupakan warga Kabupaten Kuningan.
“Ada 7 orang pekerja berasal dari Kabupaten Ciamis yang saya pimpin dan diajak bekerja dalam proyek ini,”terang Alpin.
Dirinya mengatakan, mendapat order untuk pengerjaan pembangunan SLBN ini, langsung dari Kepala Sekolah, Ani Sumartini.
Namun Alpin juga sempat menerangkan, selain rombongan yang dipimpinnya, ada juga sekitar 9 orang pekerja yang merupakan penduduk dari Desa Cibingbin.
Saat diminta nomor telpon pihak sekolah atau komite pembangunan, Alpin mengatakan tidak memiliki nomor kontak yang bisa dihubungi itu.
(Cep)
Foto :
Kegiatan pembangunan SLBN Perbatasan Kabupaten Kuningan di Desa Cibingbin, Sabtu (31/08/2024).







Komentar