oleh

Pekan Depan, Jalan Raya Bogor dan I Gusti Ngurah Rai Diberlakukan Rekayasa Lalu Lintas

JAKARTA – Pekan depan, dua ruas jalan protokol akan diberlakukan rekayasa lalu lintas akibat pembangunan saluran air. Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, dan Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, akan dialihkan selama tiga hari pada 22 Mei hingga 25 Mei mendatang.

Asisten Pemerintahan Pemkot Jakarta Timur, Eka Darmawan mengatakan, untuk melakukan rekayasa lalu lintas imbas dari pembangunan crossing saluran air, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Hal ini dianggap penting agar seluruh stakeholder mengetahui rencana pembangunan crossing saluran air di dua lokasi tersebut.

“Karena dampak dari pembangunan ini akan timbul kemacetan lalu lintas, sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas. Untuk itu kami harus persiapkan secara matang,” kata Eka, Kamis (16/5).

Dikatakan Eka, pembangunan crossing saluran air ini tindak lanjut usulan warga untuk mengatasi genangan ketika hujan deras di pemukiman warga. Dan dengan dilakukan pengerjaan itu diharapkan bisa menyelesaikan masalah yang selama ini terjadi. “Diharapkan pekerjaan tepat waktu dan kelar sesuai schedule agar tak mengganggu aktivitas warga lebih lama,” kata Eka.

Sementara, Plt Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Abdul Rauf menambahkan, karena lokasi pekerjaan di jalan protokol yang setiap harinya banyak dilintasi kendaraan maka perlu dilakukan koordinasi lintas sektor. Rencananya pada Jumat (17/5) besok akan dilakukan peninjauan lapangan bersama unit terkait di dua lokasi

“Pekerjaan akan dilakukan pada malam hari saat libur nasional dan cuti bersama. Yakni tanggal 22-25 Mei mendatang, mulai pukul 22.00 hingga 03.00 dini hari. Sehingga siang hari jalan bisa dilintasi kendaraan,” ungkap Rauf.

Dijelaskannya, pekerjaan crossing saluran air di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kelurahan Klender panjangnya mencapai 13 meter menggunakan box culvert ukuran 150×150 sentimeter. Crossing ini untuk menghubungkan saluran air di pemukiman warga Jalan Bulak Raya, Klender menuju Jalan I Gusti Ngurah Rai hingga bermuara ke Kali Tegal Amba.

“Untuk di Jalan Raya Bogor, crossing saluran air dibuat sepanjang 19 meter menggunakan box culvert ukuran 150×150 sentimeter. Ini untuk menarik saluran air pemukiman warga di Jalan Sarmili Kelurahan Rambutan menuju Kali Baru,” tutup Rauf. (Ifand)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *