POSKOTA.CO-Bekerjasama dengan desainer internasional Nanang Sharna, Museum Batik Indonesia, Asosiasi Pengrajin & Pengusaha Batik dan Kolektor Batik Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar agenda Wastra Nusantara Exhibition Batik dan Tenun Baduy. Kegiatan yang berlangsung di Grha Mahardika Bujana UBL 14-15 Maret 2023 tersebut mengambil tema Melukis Indonesia, Memperteguh Berkebudayaan.
“Kami ingin berperan aktif dalam melestarikan karya-karya luhur dari nenek moyang bangsa Indonesia. Karena itu dalam rangkaian HUT ke-44, UBL menginisiasi pameran batik dan tenun yang merupakan karya kreativitas bangsa Indonesia zaman dahulu,” kata Rektor UBL Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, MBA seusai membuka pameran tersebut, Selasa (14/3/2023).

Menurut Wendi Usino, pameran batik dan tenun ini sesuai dengan tema ulang tahun Universitas Budi Luhur ke-44 yakni Kreatif dan Kolaboratif. Melalui pameran ini ditampilkan karya kreatif anak bangsa sekaligus berkolaborasi dengan para mitra.
Diharapkan melalui pameran yang menampilkan koleksi batik unik dan kain dengan rentang usia puluhan tahun ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih menghargai karya-karya kreatif warisan budaya bangsa seperti batik dan kain tradisional lainnya. Selain batik, Indonesia memiliki tenun, kain songket, ikat dan sebagainya. Dan itu adalah kekayaan bangsa.
Dalam pameran kali ini ditampilkan koleksi-koleksi pribadi para kolektor kain wastra yang harganya sangat mahal. Masyarakat umum bisa menyaksikan langsung dari dekat seperti apa karya-karya batik Indonesia yang sangat beragam baik warna maupun coraknya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro menyampaikan bahwa Budi Luhur ingin mengangkat kearifan lokal bangsa Indonesa. “Dan hal paling mudah adalah kearifan lokal berupa budaya seperti batik,” katanya.

Pameran batik dan tenun yang dimeriahkan dengan peragaan busana batik, talkshow, belajar membatik dan lainnya akan membuat batik menjadi lebih asyik. Dengan cara seperti ini maka anak-anak muda akan lebih bangga menggunakan batik.
“Pameran batik dan tenun ini adalah upaya kami untuk menyajikan batik maupun kain tradisional lainnya menjadi lebih menarik,” tutur Kasih Hanggoro.
Ia juga menyampaikan bahwa batik kini tak lagi menjadi dominasi bangsa Indonesia. Kain tradisional tersebut juga telah mendunia, terbukti banyak negara yang penduduknya menyukai batik asal Indonesia.
Desainer batik Nanang Sharna menyampaikan apresiasi terhadap UBL atas gelaran pameran batik dan tenun yang menampilkan koleksi-koleksi batik masa lalu. Pameran ini menjadi salah satu ajang yang tepat untuk menularkan rasa kecintaan generasi muda akan batik.
“Kita memiliki warisan budaya nan adiluhung seperti batik. Sudah seharusnya generasi muda kita bangsa akan warisan budaya batik,” tandasnya.
Wastra Nusantara Exhibition Batik dan Tenun Baduy tersebut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba desain batik Budi Luhur, lomba TikTok dan fotografi, talkshow, workshop, fashion show, bazar wastra, demo membatik dan menenun, dan pameran wastra. Pembukaan pameran juga dihadiri Dubes Sri Langka H.E. Admiral Prof. Jayanath Colombage, Staff Pemuda Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat Delia Vitananda, serta International Fashion Designer Nanang Sharna. (*/fs)







Komentar