POSKOTA.CO – Kehamilan merupakan momen yang ditunggu dan mengejutkan bagi setiap pasangan suami istri. Begitu banyak perasaan muncul, ada rasa bahagia, haru dan perasaan lain yang sulit digambarkan.
Tetapi tak dapat dipungkiri, di tengah rasa bahagia, muncul pula rasa cemas, takut dan khawatir. Terlebih jika si ibu atau si ayah memiliki risiko kesehatan yang bisa mempengaruhi janin, tentu rasa cemas itu akan semakin menjadi dan tentu sangat mengganggu si ibu hamil. Apakah calon bayinya di rahim tumbuh normal, apakah calon bayinya cacat dan sebagainya.
Padahal kecemasan yang berlebihan justeru berdampak buruk terhadap kesehatan ibu maupun bayi yang dikandungnya. Ibu hamil bisa mengalami stress yang berdampak pada pola makan dan asupan nutrisi harian. Dan ini tentu bisa mempengaruhi pertumbuhan janin di rahimnya.
Data WHO menunjukkan 1 dari 33 bayi yang lahir di dunia, mengalami cacat. Dan 3,2 juta bayi lahir dalam kondisi kurang sempurna setiap tahunnya.
Untuk menghilangkan rasa cemas yang berlebihan seperti itu, deteksi dini menjadi solusinya. Selain mengurasi rasa cemas, deteksi dini juga bertujuan memberikan persiapan secara fisik dan mental kepada orang tua dari calon bayi.
Tetapi bagaimana melakukan deteksi dini terhadap kondisi kehamilan? tanyaDNA, sebuah platform kesehatan non-covid yang dikembangkan oleh GSI menjadi solusinya. Plaform tanyaDNA menghadirkan metode tes kehamilan berupa Non-Invasive Prenatal Test (NIPT). Melalui teknologi ini pasangan suami istri dapat mengetahui jenis kelamin calon bayinya, meski kehamilan baru beberapa minggu. Tidak hanya itu, teknologi NIPT juga memungkinkan kelainan kromosom pada calon bayi bisa diketahui sedini mungkin yaitu pada usia kandungan mulai dari 10 minggu.
Direktur tanyaDNA, drg Adittya menjelaskan NIPT tanyaDNA hadir untuk membantu orang tua khususnya ibu hamil agar terbebas dari rasa cemas. “NIPT tanyaDNA hadir untuk membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan pemeriksaan genomic, sehingga para calon ibu tidak perlu khawatir mengenai kelainan bawaan atau kelainan kongenital pada buah hati yang dikandungnya. Dengan mengetahui kepastian lebih awal, diharapkan orang tua dapat mempersiapkan mental dan finansial secara baik bagi sang buah hati di kemudian hari,” jelas drg Adittya saat peluncuran NIPT tanyaDNA, Selasa (31/5/2022).
Dengan bantuan teknologi sequencing, lanjut drg Adittya, NIPT tanyaDNA dapat mengetahui lebih detail mengenai kesehatan anak dimulai dari kandungan yang tergolong aman dan minim risiko bagi ibu hamil dan calon bayinya.
Menurutnya, NIPT tanyaDNA penting dilakukan para ibu hamil untuk mengetahui kesehatan janin secara akurat dan dapat mendeteksi jenis kelamin serta abnormalitas calon bayi seperti kelainan genetic atau kromosom sejak dini.

Ia mengaku senang dan antusias dapat menghadirkan NIPT tanyaDNA sebagai sebuah solusi tes genetic untuk menunjang gaya hidup sehat masyarakat yang dapat diakses dengan mudah dan nyaman. “Kami berharap dengan hadirnya NIPT tanyaDNA, masyarakat tidak perlu lagi memilih melakukan pemeriksaan genomic di luar negeri dan bisa menjadi #WorryFreeWarriorMom berikutnya,” tegas drg Adittya.
Mengapa NIPT di tanyaDNA?
Berikut beberapa alasan mengapa pasangan suami istri perlu melakukan tes NIPT di tanyaDNA. Pertama, pre dan post konsultasi. tanyaDNA dilakukan oleh professional yang siap mendampingi sesuai kebutuhan para calon ibu.
Kedua, tes hanya dilakukan sekali selama masa kehamilan. Seorang ibu tidak perlu repot mondar mandir melakukan tes, cukup sekali saja dan sang ibu sudah memiliki control untuk masa depan buah hatinya.
Ketiga, rekomendasi sekaligus solusi. Di tanyaDNA, seorang ibu tidak hanya mendapatkan hasil tes terhadap kondisi janinnya, tetapi sekaligus akan mendapatkan rekomendasi dan solusi dari tim dokter, baik dalam kehamilan yang ‘aman-aman saja’ maupun kehamilan yang berisiko.
Dan keempat, tes NIPT tanyaDNA sangat mudah diakses pasangan suami istri. Karena layanan akan datang ke rumah sehingga si ibu merasa jauh lebih nyaman dan aman.
Abriany Arista yang akrab disapa Rista, dalam testimoninya mengaku senang bisa mendapatkan tes NIPT tanyaDNA. Karena dari hasil tes ini, ia bisa mengetahui potensi penyakit yang dibawa dari kromosom si ayah dan si ibu. “Sempat khawatir, mungkin ada penyakit yang dibawa melalui kromosom karena sempat ada pendarahan pada trisemester pertama,” kata Rista, warga Samarinda.
Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga tersebut melakukan tes kehamilan saat usia kandungan memasuki 22 minggu 5 hari. “Bersyukur semua baik-baik saja, tidak ada kelainan kalau dilihat dari kromosomnya,” lanjut Rista.
Karena itu ia mengajak pasangan suami istri lainnya untuk mengikuti tes NIPT tanyaDNA. “Lebih baik coba tes NIPT karena benar-benar bisa tahu apakah ada penyakit yang dibawa si bayi. Kalau hasilnya ada penyakit yang dibawa, tim dokter dari tanyaDNA akan mengarahkannya lebih lanjut. Itu yang penting,” tukasnya.
Senada juga disampaikan pasangan suami istri Dewi dan Taufick. Warga Bekasi tersebut juga melakukan tes NIPT saat Dewi hamil pada awal-awal usia kehamilan.
“Sebelum tes sempat takut, tetapi saat dokter kasih penjelasan, kasih konsultasi, kita jadi paham kalau risiko kekhawatiran itu harus diminimalisir sedini mungkin,” kata Taufick.
Untuk melakukan tes NIPT tanyaDNA, Taufick cukup mendaftar melalui aplikasi, kemudian tim dari tanyaDNA akan menghubungi dan mendatangi ke rumah. Tes dilakukan hanya dengan mengambil sampel darah dari si ibu hamil. Tidak ada rasa sakit yang berarti karena proses pengambilan darah layaknya pengambilan darah pada pemeriksaan laboratorium umumnya. Proses pemeriksaan laboratorium berlangsung selama 3-4 minggu dan hasil dari tes dikirim melalui email.
Tes NIPT (genomic check up) merupakan salah satu dari produk tanyaDNA. Di luar tes NIPT, tanyaDNA juga memiliki berbagai ketgori produk mulai dari pregnancy, cancer assessment, lifestyle, dan personalized medicine. Layanan tanyaDNA menjadi tempat pemeriksaan DNA terjangkau yany dapat diakses oleh lebih banyak orang.
Dengan tagline “Biarkan DNA Kamu Berbicara” dan kampanye #RuangAmanUntukSemua, tanyaDNA yang merupakan platform kesehatan khususnya generasi milenial dan gen Z, memberikan harga promo pada launching produk NIPT. Pemeriksaan NIPT yang semula Rp5 juta, kini dapat diperoleh dengan hanya membayar Rp3,750 juta menggunakan kode voucher MGWORRYFREEMOM. (in/fs)







Komentar