POSKOTA.CO-Kelas Cinta mendedikasikan ulang tahun ke-16 untuk membeberkan dan membongkar fakta dibalik fenomena nikah tanpa persiapan yang sedang marak terjadi di Indonesia, bersama tim dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dikemas dalam seminar sehari melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 12 Februari 2022 dengan tema “Generasi Nikah Nanti”.
Seminar ini menampilkan narasumber para founders sekaligus coaches Kelas Cinta yaitu Kei Savourie, Lex Depraxis dan Jet Veetlev bersama Kepala BKKBN Dr.(H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Duta GenRe Terinspiratif 2019 Putri Gayatri. Peserta kegiatan ini adalah para anggota KCStar dan masyarakat umum.
Berdasarkan data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik tahun 2020, ada 7 juta pasangan yang bercerai di Indonesia dan angkanya terus naik tiap tahun. Persentase terbesar terjadi pada usia pernikahan 0-5 tahun dengan alasan perceraian tertinggi adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus.
Pada kesempatan seminar ini, Kepala BKKBN mengungkapkan salah satu bentuk perkawinan yang tidak dipersiapkan yang dapat berujung pada perceraian adalah menikah terlalu muda usia. Menikah terlalu muda juga terkait resiko kematian bagi ibu dan anak yang dilahirkan dikarenakan organ reproduksi wanita yang belum matang serta ketidaksiapan mental pasangan yang menikah muda usia.
“Pernikahan berkontribusi sebesar 50% sebagai stressor yang harus dihadapi oleh pasangan selain kehilangan orang-orang terdekat yang dicintai”, tegas Hasto Wardoyo terkait kesiapan emosi dan mental pasangan yang akan menikah.
Menambahkan apa yang telah disampaikan oleh Kepala BKKBN terkait perencanaan perkawinan, Putri Gayatri mengatakan bahwa sebaiknya para calon pasangan harus menjalani proses berkembang baik terlebih dahulu sebelum proses berkembang biak. “Kita pria dan wanita sebelum menikah adalah sosok yang merdeka, berani, punya cita-cita dan mimpi, jangan sampai perkawinan yang tidak dipersiapkan dengan baik akan merubah semua itu”, ungkap Putri.
“Cinta saja tidak cukup untuk melakukan pernikahan, ada hal-hal lain yang harus dipersiapkan, yang pertama adalah persiapan terkait diri sendiri dan yang kedua adalah persiapan terkait calon pasangan”, hal ini dikatakan oleh Jet Velveet, salah satu founder sekaligus coach Kelas Cinta yang mengingatkan peserta seminar terkait perencanaan pernikahan yaitu untuk mempersiapkan diri dengan terlebih dahulu dengan menanyakan beberapa hal kepada diri sendiri sekaligus menjawab semua pertanyaan tersebut.
“Apakah kamu saat ini sudah mengenal diri kamu sendiri, apakah kamu sudah tahu apa yang kamu inginkan sekarang, dalam semua hal, kamu sudah tahu apa prioritas diri kamu saat ini, disaat masih sendiri maupun disaat memiliki pasangan, termasuk apakah kamu mengetahui keadaan emosi dan mental diri sendiri?”, kata Jet di akhir seminar. Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah salah satu kunci mengetahui seberapa siap kita untuk menikah untuk menghindari resiko perceraian di awal masa pernikahan. (rel/fs)







Komentar