oleh

70 Pelanggar Masker Terciduk, Diantaranya Emak-emak Naik Motor

POSKOTA.CO – Sebanyak 70 pelanggar masker terciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Senen saat menggelar raziq Operasi Tertib Masker (Opstibmas) di lima lokasi diantaranya, Jalan Kramat Kwitang 1, Kwitang, Jalan Salemba raya (Pasar Paseban) Paseban, Jalan Kembang Sepatu (Pasar Gaplok) Kramat, Jalan Stasiun Pasar Senen Senen, Jalan Kepu Selatan depan Pospol Pasar Nangka Bungur.

Salah satu pelanggar masker yaitu Emak-emak yang mengendarai sepeda motor tidak memakai masker ini terjaring. “Aduh, ada razia masker, pak Satpol maaf maskernya lupa dibawa ketinggalan dirumah karena saya buru-buru mau ke pasar untuk membeli semur jengkol kesukaan suami,” ujarnya ngeles.

Lain lagi, dengan satu pelanggar lainnya. Dia beralasan karena sedang olah raga naik sepeda maskernya dikantongin dalam saku. “Saya lagi olahraga pak Satpol naik sepeda. Maskernya ada sih didalam kantong,” ucapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecaatan Senen Aris Chahyadi didampingi Pengendali Satpol PP, Antomi dan H. Warna menerangkan, dari lima lima lokasi Opstibmask ditemukan 70 pelanggar masker yang terjaring diantaranya,
10 pelanggar di Jalan Kramat Kwitang 1, Kwitang. 11 pelanggar di Jalan Salemba Raya (Pasar Paseban) Paseban dan 10 pelanggar di Jalan Kembang Sepatu (Pasar Gaplok) Kramat. Lalu 13 pelanggar di Jl.Stasiun Pasar Senen, Senen kemudian 26 pelanggar Operasi di Jalan Kepu Selatan depan Pospol Pasar Nangka Bungur.

“Seluruh pelanggar masker yang terjaring memilih disanksi hukuman kerja sosial membersihkan sampah di Fasilitas Umum (Fasum) dengan waktu yang telah ditentukan mengenakan rompi Oranye pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ucapnya sambil mengatakan kegiatan razia yang dilaksanakan rutin ini dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 Wib siang mengerahkan 15 petugas berseragan cokelat-cokelat dari Satpol PP.

Dia menambahkan, para pelanggar yang terjaring kebanyakan alasan dan selalu mengada-ada, padahal memakai masker sesuai anjuran Pemerintah untuk mencegah volusi udara dan virus. “Alasannya masker ketinggalan dirumah dan masker dikantongin,” hadehh,” ujarnya sambil tepok jidat. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *