oleh

SISWI SMP DIAJAK TARAWIH, DIGAGAHI BERKALI-KALI

Kasus Seksual anakPOSKOTA.CO – Diajak tarawih, nggak tahunya Bunga disetubuhi semalaman. Ulah Yogi Saputra,18, pemuda lulusan SMA asal Desa Nglawak Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk ini ketahuan setelah orangtua Bunga, gadis yang masih di bangku SMP sebut saja Bunga,12, mengaku pada kedua orangtuanya.

Awalnya, Bunga hanya terdiam ketika didesak orangtuanya semalaman tak kunjung pulang. Setelah didesak akhirnya mengakui segala yang dilakukan dengan Yogi. Kini, Yogi digelandang ke kantor polisi terancam hukuman penjara selama 12 tahun, karena dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak.

Ceritanya, pelaku mendatangi rumah korban. Saat bertemu orang tua korban, pelaku pamit untuk mengajak sholat tarawih di masjid. Tentu saja, orang tua korban memberikan izin. Apalagi, selama ini keduanya saling mengenal, bahkan sudah terjalin hubungan asmara.

Selanjutnya, pelaku pergi bersama korban dengan menaiki sepeda motor berboncengan. Tetapi, bukannya ke masjid, tetapi pelaku justru mengajak korban jalan-jalan berputar di wilayah Kecamatan Kertosono. Setelah itu, pelaku mengajak korban mampir ke rumah Dadang,17, teman pelaku yang ada di Desa Tembarak.

ilustrasi
ilustrasi

Ternyata pelaku sudah menyusun rencana, dan ajakan tarawih tersebut hanya kedoknya untuk membawa korban pergi dari rumahnya. Setibanya di rumah Dadang, pelaku membawa korban ke salah satu kamar yang telah dipinjam sebelumnya. Di dalam kamar itu, pelaku kemudian merayu korban, untuk diajak berhubungan badan

Semula korban menolak, namun pelaku terus mendesak, hingga akhirnya korban pasrah disetubuhi oleh pelaku. Bahkan, perbuatan asusila itu berlangsung hingga tujuh kali dalam waktu semalaman. Keesokan harinya, pelaku mengantar korban pulang.

Orang tua korban yang sudah kebingunan, karena anaknya semalaman tidak pulang ke rumah gusar. Apalagi melihat perilaku anaknya yang tidak seperti biasanya. Merasa curiga, orang tua korban lantas bertanya, apa yang sudah diperbuat semalaman hingga tidak pulang.

Karena tidak kuat menahan aib yang sudah dialaminya, akhirnya korban memberanikan diri untuk bercerita. Korban berbicara terus terang, sambil menangis sesenggukan bahwa semalaman diajak berhubungan layaknya suami-istri oleh pelaku.

Pengakuan korban membuat kedua orang tuanya naik pitam. Mereka terkejut bukan main. Merasa tidak terima, akhirnya korban tua korban melapor ke Polsek Kertosono, lantas diteruskan ke Unit PPA Polres Nganjuk. Dalam waktu singkat, akhirnya pelaku berhasil diringkus petugas

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Deddy Iskandar mengatakan, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA. Pihak kepolisian juga tengah memintai keterangan para saksi-saksi dan orang tua korban. “Berdasarkan pengakuan pelaku, selama ini mereka berpacaran, dan perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Deddy Iskandar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *