oleh

RELAWAN DIINGATKAN UNTUK TIDAK TERJERUMUS KAMPANYE HITAM

Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur
Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur

POSKOTA.CO – Relawan pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Sulawesi Tengah mengaku tidak mau terjerumus dalam kampanye hitam yang berhembus selama ini.

“Biarlah kampanye hitam beredar di luar Sulawesi Tengah. Kami tidak mau ikut-ikutan di sini,” kata Koordinator Pos Komando Perjuangan Rakyat (Pospera) Hamdin di Palu, Minggu.

Pospera adalah salah satu dari sekitar 22 relawan pendukung Jokowi-JK yang ada di Sulawesi Tengah. Para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua itu tergabung dalam Kaukus Relawan Sulawesi Tengah.

Hamdin mengatakan selama ini tidak menemukan kampanye yang meyudutkan salah satu peserta Pemilu di Sulawesi Tengah.

Dia juga yakin para pendukung setiap pasangan di Sulawesi Tengah tidak akan melakukan kampanye hitam atau kampanye negatif yang menyudutkan seseorang secara berlebihan.

Sementara Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu Irwan Waris mengatakan kampanye hitam itu susah dihindari, apalagi di media sosial.

Menurutnya, harus ada kecerdasan dari masyarakat dan mengambil hikmah di balik “tawuran” media sosial atau kampanye hitam yang dilontarkan pihak tertentu.

Dia juga mengatakan munculnya kampanye hitam karena persaingan begitu ketat sehingga masing-masing tim sukses mencari celah.

Irwan juga mengajak masyarakat untuk mencermati visi dan misi calon presiden dan wakil presiden sebagai bahan untuk menentukan pilihan.

“Sejauh mana visi dan misi itu yang melibatkan rakyat,” katanya.

Dia mengatakan, visi dan misi para kandidat itu harus dicermati, apakah bisa memajukan Indonesia beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, penajaman visi dan misi para kandidat bisa menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia mulai berkualitas.

Dia juga meminta masyarakat agar mengingat janji-janji para calon presiden dan wakil presiden itu semasa kampanye.

“Apakah yang diomongkan akan sesuai dengan yang dijalankan. Ini harus diperhatikan,” kata Direktur Center for Election and Political Party (CEPP) Untad Palu ini.

Pilpres 2014 akan diikuti dua pasangan yakni Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *