oleh

PENEGAKAN HUKUM LALULINTAS BELUM KONSISTEN

Kondisi Lalulintas di Indonesia
Kondisi Lalulintas di Indonesia

POSKOTA.CO – Lembaga Asosiasi Keselamatan Jalan (“Road Safety Association”/RSA) menyatakan mayoritas masyarakat masih memandang penegakan hukum lalu lintas di jalan raya masih belum konsisten yang berdampak kepada aspek keamanan dan keselamatan.

“Hasil survei kami juga memperlihatkan bahwa sebanyak 84,58 persen masyarakat menganggap penegakan hukum di jalan masih belum tegas dan konsisten,” kata Ketua Umum RSA Indonesia, Edo Rusyanto, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Edo Rusyanto mengemukakan, hanya sebanyak 12,93 persen yang merasa penegakan hukum sudah tegas dan konsisten, sedangkan selebihnya sebanyak 2,49 persen mengaku tidak peduli, tidak tahu, dan memilih tidak menjawab.

Selain itu, ujar dia, mayoritas masyarakat juga memandang perlu adanya aturan di jalan raya agar lalu lintas jalan menjadi lebih aman dan selamat.

Survei yang digelar Road Safety Association (RSA) Indonesia menyebutkan 97,04 persen masyarakat merasa perlu adanya aturan.

Namun di sisi lain, survey yang digelar sepanjang Januari-Mei 2014 itu juga menyebutkan bahwa hanya 47,51 persen warga yang mengaku tahu tentang aturan yang berlaku saat ini. Sementara sebanyak 51,87 persen masyarakat berpendapat bahwa keselamatan jalan itu adalah taat aturan dan tidak tabrakan.

“Persepsi ini cukup relevan jika melihat fakta data Korlantas Mabes Polri tahun 2013 yang menyebutkan mayoritas pemicu kecelakaan, yakni 42 persen adalah perilaku tidak tertib. Perilaku seperti ini bisa disimpulkan sebagai tindakan melanggar aturan demi kepentingan diri sendiri. Ironisnya, berujung tabrakan,” katanya.

Hasil survei itu juga menemukan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup mengenai teknis berkendara, terutama aspek teknis yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan.

Saat ditanyakan mengenai cara mendahului, mayoritas menjawab dengan benar, yakni sebanyak 54,52 persen. Sedangkan sebanyak 44,70 persen menjawab keliru dan 0,78 persen tidak menjawab.

Responden survei adalah sebanyak 642 orang yang tersebar di berbagai kota, antara lain Jakarta (52,02 persen), Bekasi (10,59 persen), Depok (9,66 persen), Sukabumi (4,36 persen), Bogor (4,21 persen), dan Tangerang Selatan (4,05 persen).

Mayoritas responden menggunakan kendaraan pribadi yang terdiri atas sepeda motor (70,01 persen) dan mobil pribadi (14,35 persen). Selebihnya memanfaatkan angkutan umum, yakni angkutan kota, bus, dan kereta (15,64 persen).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *