oleh

Pembelian Solar Dibatasi, 250 Sopir Bus di Depok Gelisah

solarPOSKOTA.CO – Sejurus kebijakan Pemerintah dalam surat edaran Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) No.937/07/KaBPH/2014 tanggal 24 Juli 2014, mulai 4 Agustus 2014 penjualan Solar Bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibatasi.

Menanggapi hal itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok dengan tegas menolak. Sekretaris Organda Depok, Muhammad Hasyim mengatakan pembatasan solar bersubsidi membuat resah 250 sopir bus. Dikhawatirkan jika langsung diterapkan akan timbul gejolak.

“Ini kami masih melihat kebijakan hari ini katanya mulai diberlakukan, tetapi untuk mengambil sikap kami masih wait and see satu hari ke depan, karena dibawah ini khawatir timbul gejolak,” katanya di Terminal Depok, Senin (4/8).

Hasyim menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok. Masalah tersebut juga tengah dibahas di tingkat DPP Organda dan Provinsi Jawa Barat. “Kami khawatir karena ini sosialisasinya tidak jalan sebelumnya, maka khawatir gejolak bahkan sampai ancaman demo oleh para sopir,” tandasnya.

Hasyim menjelaskan, para sopir bus juga belum mengetahui bahwa SPBU di Depok hari ini hanya menjual solar sampai pukul 18.00 WIB. “Ada 250 sopir bus yang setiap hari menggantungkan rezeki dari solar, baik bus AKAP dan AKDP,” tuturnya. (Hakim Moesthaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *