oleh

JEMBATAN RUNTUH, KECAMATAN WATULIMO-KAMPAK TERPUTUS

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Sebuah jembatan beton sepanjang 20 meter yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, runtuh diterjang banjir bandang yang melanda kawasan hulu sungai setempat, Minggu dini hari.

Akibat putusnya jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kampak dengan Watulimo di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo itu, arus lalu-lintas terputus total.

Kendaraan roda dua atau lebih, dari Kecamatan Kampak yang ingin bepergian ke Watulimo maupun sebaliknya, saat ini harus menempuh jalur memutar puluhan kilometer dengan melewati daerah perbatasan Kabupaten Tulungagung yang ada di sisi timur daerah tersebut.

“Debit air meningkat tajam sehingga menyebabkan arus sungai Duren Jenggot tidak terkendali dan menggerus pondasi jembatan yang sebagian memang sudah menggantung akibat banjir sebelumnya,” tutur Suranto, salah seorang warga Desa Gemaharjo.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden runtuhnya jembatan yang memiliki bentang sekitar 20 meter dan kedalaman/tinggi sekitar enam meter tersebut. Menurut kesaksian sejumlah warga, jembatan runtuh saat kondisi jalanan sepi.

Warga yang mendengar suara berdebum bersamaan dengan runtuhnya badan jembatan langsung menutup akses jalan utama penghubung dua kecamatan itu untuk menghindari kendaraan terperosok ke dasar sungai.

Kondisi jalan di lokasi kejadian selama ini dikenal sangat sepi, karena merupakan jalur pintas yang dibangun melintasi perbukitan dan lembah untuk memperpendek akses transportasi dari Kecamatan Watulimo menuju Kecamatan Kampak ataupun sebaliknya.

“Kami berharap pemerintah (daerah) segera melakukan langkah penanganan dengan membuat jembatan darurat atau semacamnya. Akses jalan ini cukup vital,” timpal Iswanto, pengusaha kayu asal Watulimo.

Runtuhnya jembatan Duren Jenggot di Desa Gemaharjo diawali hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek bagian selatan ini sejak Sabtu (12/7) sore.

Tingginya curah hujan menyebabkan debit dan arus sungai meningkat tajam dari kawasan hulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *