oleh

ISU PENCULIKAN ANAK MEREBAK DI BONDOWOSO

Berawal perjanjian dagang berakhir di penjara
Berawal perjanjian dagang berakhir di penjara

POSKOTA.CO – Jajaran Kepolisian Resor Bondowoso, Jawa Timur, mengantisipasi menyebarnya isu penculikan anak agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengimbau kepada seluruh perwira polisi dan anggota untuk mengantisipasi wilayahnya masing-masing dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan isu itu,” kata Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif di Bondowoso, Minggu.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri yang seringkali mengakibatkan adanya korban jiwa, jika menerima isu mengenai penculikan tersebut atau jika menemukan pelaku penyebar isu.

Mantan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Porestabes) Surabaya itu mengingatkan masyarakat agar selalu mengomunikasikan setiap informasi yang diterima dengan kepolisian di wilayahnya masing-masing.

Ia mengakui adanya SMS gelap dari orang yang tidak bertanggung jawab yang berisi kabar akan adanya penculikan anak kecil dan penjualan organ anak kecil. Dikabarkan juga dalam pesan itu mengenai adanya mobil Avansa putih yang dicurigai sebagai penculik.

“Di beberapa tempat, SMS ini sudah menyebabkan keresahan di masyarakat, bahkan sudah ada tindakan main hakim sendiri. Di Jombang orang yang menyebarkan SMS ini sudah ada yang ditangkap oleh polisi,” katanya.

Sebelumnya, Petugas Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menahan seorang penyebar isu penculikan anak yang disebarkan lewat jejaring sosial “facebook” dan lewat pesan singkat di telepon seluler.

“Ia ikut menyebarkan lewat ‘facebook’, bahkan ia juga meyakinkan jika pesan itu benar,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Jombang AKP Lely Bahtiar di Jombang (27/9).

Ia mengatakan pelaku yang ditahan itu adalah WA (20), warga Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Ia dibawa dari rumahnya oleh petugas, setelah melakukan serangkaian penyelidikan.

Saat dibawa pun, pelaku yang mengaku wartawan stasiun televisi lokal (wartawan gadung) itu juga tidak melawan. Yang bersangkutan juga harus menginap di tahanan Mapolres Jombang untuk keperluan penyelidikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *