YOGYAKARTA – Dalam rangkaian kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subbidang Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik yang diselenggarakan pada 3–5 Maret 2026 di Kantor UP3 PT PLN (Persero), Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, ENTREV, program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) menyampaikan apresiasi terhadap meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di pasar mobil bekas, termasuk di balai lelang. Tren ini terlihat dari data balai lelang PT JBA Indonesia sepanjang awal 2026 yang menunjukkan semakin beragamnya model kendaraan elektrifikasi yang dilelang serta meningkatnya rasio penjualan unit.
Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa adopsi kendaraan listrik mulai merambah pasar sekunder dan memperluas akses masyarakat terhadap teknologi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Chief Operating Officer (COO) JBA Indonesia, Deny Gunawan, menyampaikan bahwa minat terhadap kendaraan elektrifikasi di balai lelang JBA menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari bertambahnya variasi model yang masuk ke balai lelang dan meningkatnya tingkat keberhasilan penjualan unit.
“Pada Januari 2025, penjualan kendaraan listrik di lelang masih didominasi oleh Hyundai IONIQ 5 EV Signature EXN dan IONIQ EV 4×2 AT. Memasuki Januari 2026, modelnya semakin beragam, mulai dari Wuling Cloud EV, Air EV Lite, Air EV Standard Range, hingga Binguo EV Long Range AC dan Binguo EV Premium Range. Sepanjang awal 2026 kami telah melelangkan 22 model kendaraan listrik dengan sold ratio sekitar 41 persen,” kata Deny Gunawan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Nasrullah Salim, ENTREV National Project Manager, menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas transaksi mobil listrik di pasar kendaraan bekas merupakan indikator penting bahwa teknologi ini mulai diterima secara lebih luas oleh masyarakat.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi dipandang sebagai teknologi baru yang eksklusif, tetapi mulai menjadi pilihan yang realistis bagi masyarakat. Ketika pasar mobil listrik bekas tumbuh, akses masyarakat terhadap EV juga semakin terbuka, sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujar Nasrullah Salim.
Dengan semakin banyaknya model kendaraan elektrifikasi yang beredar di pasar sekunder, ENTREV menilai momentum ini dapat mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia. Dukungan ekosistem, peningkatan literasi masyarakat, serta kesiapan infrastruktur diharapkan mampu menjaga tren positif tersebut agar adopsi kendaraan listrik terus berkembang secara berkelanjutan. (in)







Komentar