oleh

Perkuat Ekosistem KBLBB, ENTREV Gelar FGD di Yogyakarta

YOGYAKARTA – ENTREV terus menguatkan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di berbagai daerah. Berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan United Nations Development Programme (UNDP), ENTREV menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem KBLBB di Yogyakarta, Rabu (27/8).

Dalam FGD ini, hadir berbagai pemangku kepentingan terkait KBLBB di Yogyakarta yang meliputi pemerintah daerah, perhimpunan pengusaha hotel dan restoran, komunitas pengguna KBLBB, serta civitas akademika dari Sekolah Menengah Kejuruan di Yogyakarta.

Mewakili Dinas PUSPESDM Daerah Istimewa Yogyakarta, Yustina Ika Kurniawati menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektoral bertujuan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem KBLBB di Indonesia. Melalui FGD ini, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat beralih ke kendaraan Listrik yang ramah lingkungan sehingga mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

“Harapannya, dengan mengundang berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pusat, BUMN, akademisi bahkan dari sekolah-sekolah kejuruan ini akan merupakan langkah lebih maju di DIY untuk mendukung keberlanjutan ekosistem KBLBB,” kata Ika.

Sementara, Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Heru Setiawan menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menguatkan ekosistem KBLBB di seluruh Indonesia melalui berbagai insentif dan kemudahan. Salah satunya melalui kolaborasi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang krusial untuk keberlanjutan ekosistem KBLBB.

“Pemerintah pusat dan daerah memberikan insentif dan kemudahan. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi agar pembangunan SPKLU dan SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) lebih masif,” ujarnya.

Project Management Unit ENTREV, Eko Adji Buwono menilai bahwa potensi KBLBB di Indonesia masih sangat besar. Untuk itu, pihaknya mendukung setiap elemen masyarakat untuk terlibat ke dalam ekosistem global ini.

“Kami mendorong peran aktif masyarakat dari lokal, nasional, hingga global. Karena potensi KBLBB di Indonesia masih sangat besar dan ekosistemnya masih butuh banyak penguatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggelar lokakarya penguatan ekosistem KBLBB ke berbagai daerah lain. Sebelumnya, telah digelar kolakarya serupa di Jakarta, Bali dan Jawa Barat. Setelah dari Yogyakarta, lokakarya akan kembali digelar di Surabaya dan berbagai daerah lain di luar Jawa.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, badan usaha swasta, civitas akademika, serta komunitas memegang peranan penting dalam membangun ekosistem KBLBB yang kuat dan berkelanjutan,” pungkas Eko. (mk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *