oleh

DI USIA SENJA, KAKEK MENDEKAM DI SEL KARENA MENGANIAYA WANITA

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Sabran seorang kakek berumur 92 tahun melalui pemeriksaan beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan seorang perempuan bernama Erna,31, warga Gunung Sari Banjarmasin.

“Kakek warga Alalak Barangas, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel itu, kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolsekta Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kompol Raymond Marcelino Massengi, di Banjarmasin, Selasa.

“Penganiayaan dalam bentuk perkelahian itu terjadi di Pasar Kasbah Sentra Antasari Banjarmasin, Minggu (10/8) lalu dan mengakibatkan korban Erna terluka di kepala,” lanjutnya menjawab Antara Kalsel.

Ia menyatakan, kakek Sabran belum bisa pulang dan masih dalam tahanan Polsekta Banjarmasin Tengah, terkecuali sampai ada perdamaian dari kedua belah pihak terkait penyelesaikan kasus perkelahian tersebut.

“Namun kami pun terus terus mengusahakan kedua belah pihak keluarga bertemu, agar terjalin pembicaraan inten penyelesaian masalah perkelahian yang sempat membuat korban Erna masuk rumah sakit karena luka di kepala,” katanya.

“Inikan perkelahian kalau ditinjau dari akar masalahnya si kakek lanjut usia itu awalnya dimaki-maki Erna saat minum teh di sebuah warung. Karena habis kesabaran, si kakek hilang kendali hingga terjadi perkelahian dan kepala si perempuan itu luka,” lanjutnya.

Ia menyatakan, pihaknya sudah memiliki saksi terkait kejadian di lokasi Pasar Kasbah tersebut, dan orang di pasar sana kebanyakan sudah tahu kalau sikap perempuan seperti itu.

“Harusnya memang, kalau kakek Sabran tidak terima dimaki-maki, melaporkannya ke polisi, tidak bertindak demikian, hingga ada yang terluka,” ujar perwira menengah polisi tersebut.

Ia menyarankan, agar kedua belah pihak segera berdamai secara kekeluargaan, hingga permasalahannya tidak berlarut-larut, sebab, perlu dimaklumi, kakek tersebut sudah sangatlah lanjut usia (lansia).

“Kita khawatirkan kalau terus ditahan, terutama dalam kaitan dengan kesehatan beliau yang sudah sangat lansia, ” demikian Raymond Marcelino Massengi.

Sementara itu, di Mapolsek Banjarmasin Tengah, keluarga Erna si korban perempuan tampak masih datang, ibunya, suaminya, dan dua saudara perempuannya.

Saat ditanya akankah berdamai dan mencabut laporan di polisi, keluarga Erna mengaku belum mengetahuinya, sebab belum bertemu dengan keluarga si kakek. “Belum tahu, belum bertemu keluarga kakek itu,” ujar adik kandung Erna, yaitu Sarianti.

Sebaliknya dengan si kakek Sabran, dia masih sendirian di Mapolsek Banjarmasin Tengah, belum ada keluarga yang menengok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *