oleh

APARAT DIMINTA TERTIBKAN PENJUALAN MIRAS

mirasPOSKOTA.CO – Warga Kota Cirebon, Jawa Barat, minta Pemda segera menertibkan tempat penjualan minuman keras karena sangat meresahkan terutama kawasan terminal Harjamukti dan jalan Ahmad Yani, kata H Rusmana salah seorang toko masyarakat di Cirebon, Rabu.

Dikatakannya, pedagang minuman keras jenis tuak yang sudah dicampur dengan berbagai bahan kimia, konsumennya banyak pelajar, jika dibiarkan akan merusak generasi bangsa.

Ia menegaskan, Perda anti minuman keras yang dikeluarkan oleh Pemkot Cirebon harus segera diterapkan, sehingga Cirebon bersih dari minuman keras jenis oplosan.

Sementara itu Giman warga di jalan Ahmad Yani By Pass Cirebon menuturkan, sejumlah warung penjualan minuman keras oplosan tetap menjajakan dagangan mereka, meski sering dirazia. Pembelinya terus berdatangan terutama kalangan pelajar.

Jika Pemkot Cirebon tidak membongkar warung tempat jual “miras” oplosan warga akan menutup sendiri karena mereka kesal setelah mabuk sering menggangu masyarakat di Ahmad Yani, katanya.

Razia rutin yang digelar oleh Polresta dan Satpol PP Pemerintah Kota Cirebon hanya tutup sementara, setelah itu minuman keras oplosan kembali dijual.

“Razia minuman keras di Kota Cirebon rutin dilaksanakan terutama kawasan terminal Harjamukti dan jalan Ahmad Yani hingga Kalijaga perbatasan, polisi minta masyarakat selalu memberikan informasi, untuk memudahkan petugas,” kata Kasat Sabhara AKP Nana.

Ia menuturkan, pihaknya berjanji akan menindak tegas pedagang minuman keras di Kota Cirebon karena keberadaan mereka mersahkan warga, butuh sinergitas menekan peredaran barang haram tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *