oleh

ANGKA 4 KERAMAT BAGI JERMAN SANG JUARA Oleh : dann julian

bola1POSKOTA.CO -Jerman layak menang atas Argentina, dan layak meraih trofi Piala Dunia untuk 2014, untuk yang keempat kalinya. Yang menarik dari laga Jerman vs Argentina yang dilangsungkan di stadion Maracana, Sao Paulo, Senin (14/7) dinihari, banyak penggemar Jerman yang membawa poster bertuliskan angka 1954, 1974 dan 2014, dan dengan sengaja membesarkan angka 4 di poster mereka. Apa artinya?

Ternyata angka 4 tersebut diyakini penggemar Der Panzer bisa membawa keberuntungan tim Jerman. Karena trofi Piala Dunia yang direngkuh Jerman semua ada ditahun yang ada angka 4-nya , yakni, 1954, 1974 dan (sekarang) 2014, kecuali tahun 1990 ketika mereka mengalahkan Maradona dkk di Piala Dunia Italia. Entah kebetulan apa tidak, yang jelas itulah kenyataannya.

Namun kalau dilihat dari sisi ironinya, Perang Dunia I dimana Jerman menjadi ‘motornya’, dimulai pada tahun 1914 (tepatnya tanggal 28 Juli) dan Perang Dunia II dimana Jerman yang merekayasa awal meletusnya PD II boleh disebut berakhir 1944, di tahun ini Jerman mulai kewalahan menghadapi Sekutu, tepatnya saat invasi sekutu ke Normandia (dikenal dengan D-Day) pada tahun 1944 (tepatnya tanggal 6 Juni). Namun Jerman baru lumpuh setahun kemudian ketika tentara merah Rusia memasuki kota Berlin.

Di luar politik, tim Jerman dikenal sebagai kesebelasan yang tangguh. Sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia, tim Jerman hampir mengikuti semuanya, kecuali pada 1930 dan 1950 (era pra dan pasca Perang Dunia II).

Kesertaan Jerman yang terus menerus ini mungkin disebabkan liganya berjalan dengan baik dan teratur. Pemain Inggris Garry Neville pernah memuji Bundesliga. “Orang Inggris banyak membanggakan sepakbola sendiri, padahal harus diakui pembinaan sepakbola di Jerman jauh lebih bagus,” tutur Garry. Disamping itu pemain timnas Jerman lebih banyak bermain di club lokal negaranya, sehingga mudah dikoordinasi dalam satu visi dalam timnas.

Tim Jerman juga dijuluki spesialis turnamen. Disamping itu juga dikenal tim yang lama panasnya, atau dikenal sebagai ‘tim diesel’, karena sering pada awal laga Jerman bermain jelek, tapi usai fase penyisihan grup mulai bermain bagus.

Dulu, Jerman juga dikenal tim dengan semangat juang tinggi dan pantang menyerah. Mereka sering ketinggalan, namun akhirnya bisa membalikan skor. Salah satunya, di Piala Dunia 1994, di Amerika Serikat, Jerman tertinggal lebih dulu dari Korea Selatan 0-2, tetapi akhirnya memang 3-2.

Namun belakangan ciri Jerman yang ini mulai hilang. Mungkin ini konsekwensi dari taktik sepakbola modern yang pragmatis. Tim Jerman 2014 ini boleh disebut tim impian, khususnya menghadapi Piala Dunia Rusia tahun 2018. Asuhan Joachim Low ini dihuni pemain-pemain muda bertalenta tinggi yang masih bisa memperkuat Jerman ke depan.

Mario Götze yang menciptakan gol tunggal ke gawang Sergio Romero masih berusia 22 tahun (kelahiran 3 juni 1992- bermain untuk Bayern München) dan sudah menciptakan 9 gol untuk timnas Jerman. Mario Götze oleh Joachim Low disebut ‘anak ajaib’.

Lalu ada defender Matthias Ginter masih berusia 20 tahun (kelahiran 19 Januari 1994 – bermain untuk Freiburg)). Andre Schurrle masih berusai 23 tahun ( kelahiran 6 November 1990 – bermian untuk Chelsea).

Lalu ada Erik Durm masih berusia 22 tahun (kelahiran 12 Mei 1992 – bermain untuk Borussia Dortmund), Thomas Muller masih berusia 24 tahun (kelahiran 13 September 1989- bermain untuk Bayern München), Toni Kross masih berusia 24 tahun (kelahiran 4 Januari 1990 – bermian untuk Bayern München).

Sementara Miroslav Klose sudah berusia 36 tahun (kelahiran 9 Juni 1978 – bermain untuk Lazio Italia), memang sudah gaek, namun Klose sudah menorehkan tinta emas dengan menjadi pencetak 16 gol, gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah menjebol gawang Brasil di semi-final. Ia memecahkan rekor 15 gol milik Ronaldo yang tak terpecahkan sejak 2006.

Dan masih banyak lagi yang bintang muda Jerman yang masih bisa berjaya di Piala Dunia 2018 nanti. Sementara Philipp Lahm sebagai kapten meski sekarang berusia 30 tahun (kelahiran 11 November 1983 – bermian untuk Bayern München) bukan tidak mungkin jiwa kepemimpinannya masih dibutuhkan di Rusia nanti. Selamat buat Der Panzer…..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *