oleh

Kemenhub Siapkan Strategis Pemanfaatan Program Tol Laut

POSKOTA.CO  – Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai strategi melalui standarisasi dan transparansi biaya logistik dalam pemanfaatan program tol laut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko menjelaskan  pihaknya  telah melaksanakan sosialisasi ke berbagai daerah terutama di Wilayah Indonesia Timur salah satunya untuk mensosialisasikan kembali program tol laut jilid II.

“Tol laut ini adalah laboratorium logistik kita, karena disana kita bisa memperbaiki sistem logistik kita agar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan dan pengarahan pada acara sosialisasi Strategi Peningkatan Pemanfaatan Tol Laut di Manado.

Pemerintah  telah menyiapkan strategi peningkatan pemanfaatan program tol laut logistik melalui 5 aspek, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), Digitalisasi, Kapal, Pelabuhan dan Sistem Logistik.

Terkait SDM, Capt. Wisnu mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah, gerai maritim dan rumah kita, serta menggelar Bimbingan Teknis IMRK (Informasi Muatan Ruang Kapal) dan aplikasi LCS (Logistic Comunication System).

Pihaknya juga akan melakukan tracking, IMRK-LCS-Phiniship, Data Analisis Zebrax, serta dengan Gojek dan Grab.

Selain itu,  juga akan ada penambahan trayek, pola subsidi, kepastian jadwal kapal, menggunakan Kapal Negara, BUMN, dan Swasta.

Kepala Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat Capt. Hasan Sadili juga turut menjelaskan manfaat kehadiran tol laut, yaitu menjamin ketersediaan barang pokok dan penting lainnya sehingga dapat mengurangi disparitas harga pada daerah tujuan tol laut.

Terwujudnya konektivitas logistik barang sehingga bisa mencapai ke daerah T3P, serta ketersediaan kapal yang terjadwal dan teratur untuk dapat mengangkut barang pokok dan barang penting lainnya dan terhubungnya konektivitas dari moda transportasi laut, darat dan udara menuju daerah hinterland.

Pelaksanaan tol laut setiap tahunnya meningkat, dari tahun 2016 program tol laut dilayani 6 kapal untuk 6 trayek dengan 3 pelabuhan pangkal dan 40 pelabuhan singgah.

Pada tahun 2017, program tol laut ini meningkat dengan 13 kapal dan 13 trayek dengan pelabuhan pangkal dan singgah masih tetap. Tahun  2018, meningkat menjadi 19 kapal dan 18 trayek ditambah dengan 3 pelabuhan transhipment dan pangkal, serta 55 pelabuhan singgah.

Selanjutnya, tahun 2019 pelayanan program tol laut meningkat dengan 19 kapal dan 20 trayek dengan penambahan menjadi 4 pelabuhan pangkal, 5 pelabuhan transhipment dan 72 pelabuhan singgah.

“Pada tahun 2020 ini, Ditjen Perhubungan Laut memiliki rencana penambahan dari setiap aspek program tol laut menjadi 26 kapal yang terdiri dari 14 kapal negara, 5 kapal milik PT. Pelni, 5 kapal PT. ASDP dan 2 kapal swasta dengan jumlah trayek sebanyak 26, 3 pelabuhan pangkal, 6 pelabuhan transhipment dan 90 pelabuhan singgah,” kata Capt. Hasan.

Dalam acara sosialisasi peningkatan pemanfaatan tol laut ini, turut hadir pula Direktur Usaha dan Angkutan Barang PT Pelni Masrul, Direksi PT Pelindo III dan PT Pelindo IV Riman S. Duyo, dan Raharja Sutanama, Kepala KSOP Kelas II Bitung diwakili oleh Rachmat Dalu, Kepala KSOP Manado Moses I Karaeng, GM PT. TPB Bitung M Ayub Rizal, perwakilan PT Telkom, PT Pelni Kacab Bitung Ending, Owner Startup Phiniship Julio dan perwakilan Media Kompas Biro Manado.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *